15 Guru Dikirim untuk Mengajar Anak Buruh Migran di Malaysia

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

KUCHING - Sebanyak 15 orang guru akan mengajar di 16 Community Learning Centre (CLC) yang tersebar di ladang-ladang perkebunan kelapa sawit di Sarawak, Malaysia.

"Selama 2 tahun ini KJRI Kuching dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur telah bersama-sama bekerja keras untuk memperjuangkan agar CLC yang ada di Sarawak bisa diakui oleh Pemerintah Sarawak, agar anak-anak buruh migran Indonesia bisa mendapat pendidikan sama dengan temannya di Indonesia," kata Konsul Jenderal RI, Jahar Gultom, baru-baru ini.

Jahar mengatakan, setelah berhasil berjuang dan proses pendaftaran terhadap ke-16 CLC tersebut selesai, maka pemerintah dapat mengirimkan guru bina ke CLC di Sarawak.

"Saat ini terdapat 16 CLC yang sudah bisa memberikan akses pendidikan bagi 981 anak-anak buruh migran Indonesia yang berada di ladang-ladang perkebunan kelapa sawit di Sarawak," paparnya.

Ke-15 guru bina yang dikirim untuk pertama kalinya ini diharapkan dapat bekerja dengan baik guna meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak buruh migran Indonesia di Sarawak.

"Para guru bina ini juga merupakan duta bangsa, oleh karena itu mereka harus dapat menjaga nama baik bangsa dan mentaati segala peraturan Malaysia khususnya Sarawak," harapnya.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x