Mahasiswa Jangan Mudah Percaya dengan Berita Hoax

Mahasiswa Mercu Buana di Okezone Goes to Campus. (Foto: Dok. Okezone)

Mahasiswa Mercu Buana di Okezone Goes to Campus. (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Akses informasi semakin mudah dengan adanya kemajuan teknologi. Di sisi lain, informasi yang ada tak selalu benar, bahkan banyak berita palsu (hoax) tersebar di masyarakat luas.

Kemunculan berita hoax turut meresahkan kalangan mahasiswa. Dalam acara Okezone Goes to Campus di Universitas Mercu Buana (UMB), banyak dari peserta menanyakan bagaimana cara membedakan berita hoax dan fakta.

"Yang jelas saat ini kepolisian tegas, siapa pun yang menyebarkan hoax akan dihukum maksimal enam tahun dan denda Rp1 miliar," tutur Wakil Sekretaris Jenderal Masyarakat Telematika Indonesia, Wijaya Kusuma di UMB, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Senada dengan Wijaya, Pemimpin Redaksi Okezone, M Budi Santosa juga prihatin dengan mudahnya masyarakat percaya dengan berita hoax. Dia mengatakan, dalam menerima informasi mahasiswa diminta untuk memastikan medianya.

"Karena media online yang benar itu diatur mengenai prinsip-prinsip jurnalisme. Pemberitaan harus berimbang, cover both side, narasumber kredibel, jadi itu tidak melanggar etika jurnalisme," terangnya.

Materi menanggulangi hoax yang diberikan dalam acara Okezone Goes to Campus tersebut disambut positif oleh ratusan mahasiswa. Salah satu peserta bernama Yanuar mengungkapkan, mahasiswa perlu ilmu semacam ini supaya terhindar dari pengaruh yang negatif.

"Saya harap acara ini bisa dilaksanakan di berbagai kampus lainnya untuk membuka wawasan mahasiswa, terutama mengenai new media," imbuhnya.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x