facebook pixel

Volvo Stop Mengembangkan Mesin Diesel

Mesin Volvo (Carscoops)

Mesin Volvo (Carscoops)

JENEWA - Hakan Samuelsson, Chief Executive Volvo, pernah mengemukakan prediksinya bahwa mesin diesel akan mati pada 2020. Sebagai tindak lanjut dari pernyataan tersebut perusahaan yang bermarkas di Swedia ini memutuskan untuk berhenti mengembangkan mesin diesel baru. Hal ni dikarenakan butuh pengeluaran besar untuk pengembangan mesin diesel terutama dalam mengurangi emisi nitrogen oksida.

"Secara perspektif hari ini, kami tidak akan mengembangkan mesin diesel generasi baru," kata Samuelsson, seperti dikutip dari Carscoops.

Samuelsson menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan mesin diesel yang baru diperkenalkannya pada 2013, agar semuanya dapat memenuhi standar emisi di masa depan. Namun kemungkinan besar pengembangan itu tidak lama dan rencananya akan dihentikan sekira 2023.

Sebagai ganti mesin diesel, perusahaan akan fokus mengembangkan mobil listrik sebagai kendaraan masa depan. Sebagai permulaan Volvo bakal meluncurkan mobil listrik pertamanya pada 2019. Battery electric vehicle (BEV) akan menggunakan platform Compact Modular Architecture (CMA), yang juga digunakan sebagai dasar mobil kecil seperti model yang segera hadir yaitu XC40 dan all new S40.

"Kita harus menyadari bahwa Tesla telah berhasil menawarkan mobil listrik yang membuat orang-orang antre untuk memilikinya. Di area ini, harus ada ruang bagi kita, dengan desain berkualitas dan atraktif. Kami juga percaya bahwa aturan ketat emisi akan menaikkan harga mobil diesel ke titik di mana plug-in hybrid benar-benar akan menjadi alternatif kendaraan yang menarik," ungkap Samuelsson.

Sementara itu di satu sisi ada juga produsen mobil yang menolak jika mesin diesel dimatikan. Bos Jaguar Land Rover, Ralf Speth, percaya bahwa kendaraan diesel sangat penting bagi industri. Untuk memenuhi undang-undang emisi yang ketat, diesel harus tetap bertahan.

"Teknologi diesel terbaru benar-benar seperti sebuah langkah dalam emisi, kinerja, partikular. Itu Lebih baik untuk lingkungan bila dibandingkan dengan bensin. Diesel harus memiliki masa depan," katanya.

Dirinya sangat yakin bahwa kendaraan bermesin diesel akan selalu memiliki peran penting ke depannya. Walaupun Speth mengakui bahwa industri automotif akan terus maju dan menuju ke kendaraan bertenaga listrik. (san)

(ton)
​