Image

HISTORIPEDIA: Inggris dan Prancis Tanda Tangani Kesepakatan Rahasia Sykes-Picot untuk Membagi Kekuasaan Wilayah Arab

Perwakilan Inggris, Sir Mark Sykes dan Perwakilan Prancis, Francois Georges Picot. (Foto: Daily Sabah)

Perwakilan Inggris, Sir Mark Sykes dan Perwakilan Prancis, Francois Georges Picot. (Foto: Daily Sabah)

PADA hari ini atau tepatnya pada 19 Mei 1916, Inggris dan Prancis secara sembunyi-sembunyi menandatangani sebuah kesepakatan yang disebut dengan Sykes-Picot. Kesepakatan tersebut merupakan perjanjian yang isinya membagi sebagian wilayah Arab yang berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman (Turki) untuk dibagi menjadi wilayah pengaruh Inggris dan Prancis. Kesepakatan ini disusun seiring dengan berakhirnya Perang Dunia (PD) I.

Setelah perang pecah pada musim panas 1914, aliansi Inggris, Prancis, dan Rusia menggelar diskusi panjang mengenai masa depan Kekaisaran Ottoman. Saat itu Kekaisaran Ottoman sendiri tengah berperang dengan berada di sisi Jerman dan Kekuatan Poros Tengah. Kekaisaran Ottoman saat itu juga memilki kekuasaan yang luas di Timur Tengah, Arab, dan Eropa Selatan.

Pada Maret 1915, sebelum menjalin kesepakatan dengan Prancis, Inggris terlebih dahulu telah menandatangani sebuah perjanjian rahasia dengan Rusia. Perjanjian tersebut didesain untuk membuat orang-orang Turki bergabung dengan Jerman dan Austria-Hongaria pada 1914. Rusia sendiri sepakat untuk mencoba merebut Ibu Kota Ottoman, Konstantinopel dan mempertahankan kontrol Dardanelles (selat yang sangat penting yang menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Tengah) serta Semenanjung Gallipoli.

Gallipoli sendiri pada saat itu diketahui sebagai sasaran empuk invasi militer oleh sekutu atau Inggris yang kemudian invasi tersebut dimulai pada April 1915. Sebagai balasan invasi itu, Rusia akan menyetujui klaim Inggris di wilayah lain bekas Kekaisaran Ottoman dan Persia pusat, termasuk wilayah Mesopotamia yang kaya akan minyak. Selanjutnya pasca-setahun perjanjian dengan Rusia dibuat, Inggris menyusun perjanjian dengan Prancis.

(rfa)
1 / 2
Live Streaming
Logo
breaking news x