Rusia Luncurkan Rute Pelayaran Wisata dari dan ke Korut

Kapal feri Mangyongbong (Foto: Toshiyuki Aizawa/Reuters)

Kapal feri Mangyongbong (Foto: Toshiyuki Aizawa/Reuters)

VLADIVOSTOK – Satu unit kapal feri yang mengangkut wisatawan dari Korea Utara (Korut) baru saja merapat di Vladivostok, Rusia. Kapal feri tersebut diketahui melayani rute dari Pelabuhan Rajin menuju Vladivostok yang berada di dekat perbatasan dengan Korut.

Perwakilan dari agen perjalanan asal China dan Rusia berada di atas feri yang besandar pada Kamis (18/5/2017) siang waktu setempat. Pelayaran pertama kapal feri pengangkut turis tersebut diharapkan terjadi pada pekan depan.

“Peluncuran rute tersebut diharapkan mampu berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata di kawasan dan perdagangan bilateral kedua negara,” tutur Konsulat Jenderal Rusia di Chongjin, China, Yuriy Bochkarev, mengutip dari Russia Today, Kamis (18/5/2017).

Kapal feri Mangyongbong itu dijadwalkan berlayar dengan rute Rajin-Vladivostok selama empat kali dalam satu bulan. Kapal tersebut diklaim mampu mengangkut 200 orang penumpang dan kargo hingga seberat 1.500 ton.

“Operasi Mangyongbong sebagai kapal pengangkut turis internasional untuk rute Rajin-Vladivostok akan memberi kontribusi positif bagi pengembangan transportasi laut dan kerjasama ekonomi serta pariwisata antara kedua negara,” bunyi pemberitaan agen berita Korut, KCNA, menanggapi peluncuran tersebut.

Mangyongbong sebelumnya digunakan untuk mengangkut turis dengan rute Korut-Jepang. Namun, operasional dihentikan setelah Tokyo melarang semua kapal berbendera Korut dari wilayah perairannya pada 2006 akibat peluncuran rudal.

Jika berminat menikmati pelayaran Mangyongbong, Anda harus merogoh kocek sebesar 87-101 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1,1-1,4 juta), tergantung kelas pelayanan yang dipilih. Perusahaan pelayaran Rusia yang mengoperasikan kapal feri tersebut menawarkan fasilitas berupa restoran, bar, mesin judi, dan sauna bagi para wisatawan.

(war)
Berita Rekomendasi Rusia - Korea Utara
Live Streaming
Logo
breaking news x