facebook pixel

General Motors Menyerah di India

(Foto: Reuters)

(Foto: Reuters)

NEW DELHI - Produsen mobil Amerika Serikat General Motors (GM) menyatakan akan menghentikan penjualan kendaraan di India mulai akhir tahun ini. India merupakan pasar kendaraan yang saat ini sedang bertumbuh. GM memasarkan kendaraan merek Chevrolet di negara itu.

Langkah ini diambil GM sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis internasionalnya. Namun GM akan tetap mengoperasikan pabriknya di India untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Ada dua pabrik milik GM di India, yakni di Telagaon yang memproduksi mobil untuk dieksepor ke Meksiko serta Amerika Selatan dan Amerika Tengah, lalu di Gujarat. Pabrik ini rencananya akan dijual oleh GM.

"Di India, ekspor kami mencapai tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini akan tetap menjadi fokus kami ke depannya," kata Presiden International GM, Stefan Jacoby, seperti dikutip dari AFP.

Soal penghentian penjualan, Jacoby berujuar, "Kami memutuskan bahwa penambahan investasi untuk portofolio produk yang lebih luas dan fleksibel lagi tidak akan membuat kami memimpin pasar serta memberikan keuntungan di jangka panjang di pasar domestik."

Analis automotif setempat mengungkap, pada tahun lalu sekira 4 juta unit kendaraan terjual di India. Pada 2022 jumlahya diperkirakan akan meningkat menjadi 7 juta unit. Hal ini menjadikan India sebagai pasar kendaraan dengan pertumbuhan paling cepat di dunia.

Langkah yang diambil GM di India nyaris sama dengan apa yang dilakukan di Indonesia. Pada 2015, General Motors menghentikan operasional pabrik di Bekasi, Jawa Barat, yang memproduksi model Chevrolet Spin. Namun GM masih tetap menjual merek Chevrolet di Indonesia.

(ton)
​