Presiden Korsel Sebut Konflik dengan Korut Merupakan Hal yang Sangat Mungkin

Foto Presiden Korea Selatan yang baru, Moon Jae-in (Foto: Reuters)

Foto Presiden Korea Selatan yang baru, Moon Jae-in (Foto: Reuters)

SEOUL – Presiden Korea Selatan (Korsel) yang baru, Moon Jae-in, menyatakan konflik senjata dengan Korea Utara (Korut) merupakan hal yang sangat mungkin terjadi. Pernyataan Moon ini mengindikasikan keadaan Semenanjung Korea yang semakin memanas.

Pada awalnya Moon memandang ketegangan Semenanjung Korea dapat diselesaikan dengan mengajak Korut untuk duduk bersama di meja negosiasi. Namun pandangannya berubah setelah Pyongyang kembali mengadakan uji coba rudal pada akhir pekan lalu yang diklaim sukses.

“Saya tidak akan mentolerir provokasi dan ancaman nuklir Korut. Kita tinggal dalam kenyataan di mana ada kemungkinan besar bentrokan militer di sepanjang perbatasan laut yang disengketakan di pantai barat Korea atau di sepanjang perbatasan barat yang diperketat,” ujar Moon, sebagaimana dikutip dari AFP, Jumat (19/5/2017).

Korut mengklaim, rudal yang mereka uji pada Minggu 14 Mei 2017 itu mampu membawa hulu ledak dan hal tersebut dianggap sebagai ancaman oleh Korsel, Jepang dan Amerika Serikat.

Melihat keadaan yang sudah memanas dalam beberapa waktu ini, AS juga senada dengan Korsel yang memandang bahwa tindakan militer merupakan opsi yang saat ini masuk ke dalam tahap pertimbangan. Mendengar pernyataan Negeri Paman Sam tersebut, Korut meresponsnya dengan mengancam akan melakukan pembalasan besar-besaran.

(emj)
Live Streaming
Logo
breaking news x