Brasil Segera Selidiki Presiden yang Tersandung Kasus Korupsi

Presiden Brasil Michel Temer berpidato dan menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya meski diselidiki atas dugaan kasus korupsi. (Foto: EPA/BBC)

Presiden Brasil Michel Temer berpidato dan menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya meski diselidiki atas dugaan kasus korupsi. (Foto: EPA/BBC)

BRASIL - Mahkamah Agung Brasil menyetujui penyelidikan atas Presiden Michel Temer. Sang presiden diduga terlibat kasus penyuapan seorang calon saksi dalam skandal korupsi besar. Meski demikian, Temer mengklaim tidak akan mundur dari jabatannya.

Lewat pidato di TV yang memperlihatkan kemarahan, Presiden Temer menambahkan akan membuktikan diri tidak bersalah di pengadilan dan memperingatkan upayanya mengangkat perekonomian dari resesi bisa keluar dari jalurnya.

"Saya tidak akan mundur. Saya tahu yang sudah saya lakukan," tegas pria yang menjadi presiden tahun lalu setelah pendahulunya, Dilma Rousseff, dimakzulkan karena terlibat korupsi.

Tuduhan atas Temer

Koran terkenal Brasil, O Globo, melaporkan Temer terekam ketika sedang membahas pembayaran untuk mendiamkan mantan ketua parlemen, Eduardo Cunha, yang sedang dipenjara.

Rekaman itu berisi percakapan antara Presiden Brasil Michel Temer dengan Joesley Batista -pimpinan puncak JBS, raksasa industri daging- dan direkam secara rahasia oleh Batista, menurut Globo.

Ketika Batista mengatakan kepada Temer bahwa dia membayar Cunha untuk tetap diam, lapor Globo, presiden terdengar mengatakan, "Kau harus tetap membuat seperti itu, oke?"

Tidak disebutkan bagaimana koran tersebut mendapat rekaman pembicaraan dan dalam hal apa pula Cunha diminta untuk diam.

Dalam pidatonya di TV, Temer menegaskan, "Saya tidak pernah menyetujui pembayaran apa pun untuk seseorang agar dia diam. Saya tidak membeli diamnya seseorang. Saya tidak takut tuduhan."

(rfa)
1 / 2
Live Streaming
Logo
breaking news x