Image

Raja Arab Saudi akan Bantu Yaman Tangani Wabah Kolera

Seorang manula terkena wabah kolera di Yaman. (Foto: Reuters)

Seorang manula terkena wabah kolera di Yaman. (Foto: Reuters)

RIYADH - Yaman kini tengah dilanda wabah penyakit kolera. Sejak 27 April 2017 telah ratusan orang tewas.

Wabah tersebut menimbulkan simpati berbagai negara, termasuk Arab Saudi. Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz meminta pejabatnya untuk menjalin koordinasi dengan Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman (KSRELIEF), Kementerian Kesehatan Yaman serta Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF. Sebagaimana diwartakan Asharq Al-Awsat, Jumat (19/5/2017), sang raja ingin ikut ambil bagian dalam penanganan wabah Kolera itu.

Rencananya KSRELIEF akan mengambil bagian dalam menangani penyakit mematikan tersebut. Koordinasi itu diketahui dilakukan untuk menyusun rencana tanggap darurat oleh pusat koordinasi bantuan dan badan-badan terkait.

"KSRELIEF bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yaman untuk bisa menangani penyebaran wabah ini dan menyiapkan langkah pencegahan," ujar perwakilan KSRELIEF, Dr. Abdullah Al-Rabia.

Presiden Yaman Abed Rabbuh Mansour Hadi sendiri telah mengunjungi markas KSRELIEF di Riyadh pada Kamis, 18 Mei 2017. Sementara itu, rilis terakhir dari WHO mencatat korban tewas telah mencapai 222 orang dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat. WHO juga melaporkan 7,6 juta warga Yaman tinggal di area yang berisiko tinggi penyebaran wabah kolera.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Yaman meminta organisasi kemanusiaan dan yayasan donor lainnya untuk membantu menghentikan penyebaran kolera. Dan perintah Raja Salman ini menjadi salah satu respons dari permintaan tersebut. Penyebaran wabah kolera sejak beberapa pekan lalu adalah yang kedua kalinya menimpa Yaman dalam kurun waktu setahun terakhir. (rav)

(rfa)
TAG : Audi Audi
Live Streaming
Logo
breaking news x