Image

KISAH: Kehilangan Satu Kaki dan Mata, Burung Merpati Ini Selamatkan 194 Tentara Saat Perang Dunia I

Cher Ami, burung merpati yang menyelamatkan nyawa 194 tentara AS saat Perang Dunia I. (Foto: Vintage News)

Cher Ami, burung merpati yang menyelamatkan nyawa 194 tentara AS saat Perang Dunia I. (Foto: Vintage News)

SEJAK dahulu, binatang telah mengabdi berdampingan dengan manusia dalam ketentaraan. Seperti tentara manusia, banyak hewan menempatkan diri mereka dalam risiko besar, dan gugur dalam kesatuan.

Sepanjang sejarah, banyak kisah binatang yang menjadi pahlawan perang. Para hewan terlatih ini memainkan peran dan membuktikan diri dapat diandalkan sama halnya dengan para tentara. Salah satu cerita itu adalah tentang burung merpatibernama Cher Ami.

Lebih dari 200 ribu burung merpati didaftarkan pada ketentaraan Amerika Serikat (AS) selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Mereka mengantarkan banyak pesan penting. Dan dengan melakukan hal tersebut, para burung merpati itu menyelamatkan nyawa ribuan tentara di Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Cher Ami, misalnya, menjadi pahlawan bagi sekira 200 tentara AS yang terkepung di belakang garis musuh di Prancis pada 1918. Demikian dilansir Vintage News, Sabtu (20/5/2017).

Kala itu, pertempuran sengit berlangsung di Argonne. Bahkan, sejarah mencatat, ini adalah salah satu pertempuran besar dalam Perang Dunia I yang membuat 500 tentara Amerika terdampar di zona musuh. Mereka tidak memiliki makanan dan amunisi serta kalah telak dalam kepungan tentara Jerman. Keadaan mereka diperburuk saat para tentara Amerika ini terekspos dalam baku tembak karena tentara sekutu mengira mereka adalah musuh.

Dimulai pada 3 Oktober 1918 hingga keesokan harinya, lebih dari 300 tentara Amerika terbunuh. Tinggal 194 tentara tersisa, dan mereka pun sudah tidak memiliki harapan hidup lagi. Satu harapan terakhir mereka adalah mengirimkan pesan melalui salah satu dari tiga burung merpati yang mereka miliki.

Dua burung merpati pertama ditembak jatuh oleh musuh. Tinggallah Cher Ami. Di tengah keputusasaan, para tentara ini tidak memiliki pilihan lain kecuali menuliskan catatan terakhir mereka:

"Kami berada di jalan yang paralel dengan 276.4. Unit artileri kami sendiri menargetkan serangan mereka langsung ke kami. Demi Tuhan, hentikan serangan itu."

Cher Ami lepas landas. Dan saat terbang melintasi medan pertempuran, ia ditembak jatuh oleh tentara Jerman. Tetapi, entah bagaimana Cher Ami mampu terbang lagi. Dalam keadaan terluka, ia terbang 25 mil untuk menyelesaikan misinya dan menyelamatkan hampir 200 tentara tersebut.

Cher Ami tiba di markas burung merpati hanya dalam 25 menit. Tubuhnya diselimuti darah, sebutir peluru bersarang di dadanya, satu matanya buta dan ia berjalan hanya dengan satu kaki. Meski dalam keadaan cidera parah, ia menjadi pahlawan bagi batalion yang hilang. Akhirnya, pada 7 Oktober, ke-194 tentara tersebut diselamatkan.

Tenaga medis berhasil menyelamatkan nyawa Cher Ami. Bahkan, mereka membuatkan kaki kayu untuk mengganti kaki sang unggas yang diledakkan peluru musuh. Ia menjadi pahlawan perang dan mengisi kolom headline di berbagai surat kabar Amerika.

Pemerintah Prancis menganugerahkan medali Croix de guerre atau Cross of War untuk keberanian Cher Ami. Namun hidupnya tidak bertahan lama. Luka-luka yang diderita Cher Ami membuatnya menghembuskan napas terakhir setahun kemudian.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x