Formappi: Pendukung Presidential Threshold Ingin Hadang Partai Baru

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu masih berlangsung di DPR. Salah satu yang menjadi perdebatan adalah ketentuan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.

Direktur Eksekutif Forum Masyrakat Peduli Parlemen (Formappi) Sebastian Salang berpendapat, tiga fraksi yang menolak penghapusan ambang batas pencalonan presiden yakni PDI Perjuangan, Golkar, dan Nasdem hanya ingin membatasi ruang bagi partai baru untuk mencalonkan kadidat presiden.

Menurutnya, DPR tak memiliki argumen kuat untuk mempertahankan presidential threshold. Ketentuan ini diketahui tengah dibahas dalam RUU Pemilu untuk diterapkan dalam pesta demokrasi serentak 2019.

"DPR tidak punya argumentasi yang sangat kuat mengapa presidential threshold itu tetap ada. Karena enggak ada alasan bagi mereka untuk menentukan, selain keinginan agar partai baru tidak langsung mengikuti Pilpres nanti," kata Sebastian di Jakarta belum lama ini.

Sebastian mengkhawatirkan, perdebatan mengenai presidential threshold hanya menjadi tawar-menawar politik bagi partai-partai di DPR. Sebab, partai besar menginginkan parliamentary threshold dinaikkan dan presidential threshold tetap ada. Sementara partai menengah hanya peduli pada presidential threshold.

"Khawatirnya, partai menengah menginginkan parliamentary threshold tetap 3,5 persen, sementara presidential threshold negosiasi dengan partai besar. Kalau partai besar mau presidential thershold tetap ada, maka parlemen threshold-nya tetap. Nah, itu saja yang terjadi sekarang," ujarnya.

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x