Image

Wah.. Taruna Akpol Tewas karena Luka di Paru-Paru

Korban penganiayaan di Akpol. (Harits T/Okezone)

Korban penganiayaan di Akpol. (Harits T/Okezone)

JAKARTA - Berdasarkan hasil autopsi tim kedokteran di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Jawa Tengah, siswa taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Mohammad Adam (21) diketahui meninggal karena luka di bagian paru-paru usai dikeroyok oleh senior-seniornya. Adam yang merupakan Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) itu  tewas pada Kamis 18 Mei dini hari.

"Hasil autopsi sudah keluar. (Kematian) disebabkan kekurangan oksigen akibat luka paru-paru kanan dan kirinya," kata dia Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Djarod Padavoka ketika dikonfirmasi, Jumat (19/5/2017).

‪Sementara Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto menyatakan, pada Kamis malam, jasad korban telah dimakamkan. Pemeriksaan saksi-saksi kata dia juga terus dilakukan.

‪"Sampai hari ini sudah diperiksa sekitar 35 orang saksi-saksi. Tim Itwasum dan Divpropam sudah  turun sebagai pemeriksa internal. Pidana ditangani Polda Jateng," kata Setyo di Divhumas Polri, Jakarta Selatan.

Mantan Ses NCB Interpol ini mengatakan, besok, 20 Mei 2017, tim dari Kompolnas juga akan turun ke lokasi untuk  menginvestigasi sistem pendidikan di Akpol.

‪Saat disinggung soal keterlibatan anak jenderal dari 35 saksi yang kebanyakan taruna akpol itu, Setyo mengaku belum tahu. "Sampai saat ini saya tidak ada laporan. Sampai saat ini (baru) saksi taruna," tambahnya.

‪Mantan Wakabaintelkam Polri ini menambahkan, untuk mencari ada tidaknya tindak pidana dalam kejadian ini, hasil autopsi akan dikroscek dengan kesaksian para saksi.

"Apa yang dilihat dan didengar nanti akan mengerucut, kemungkinan ada pelaku," sambungnya.

‪Berdasarkan aturan dari Gubernur Akpol tidak dibenarkan ada kekerasan di lingkungan pendidikan kepolisian. "Khususnya di Akpol, jika ada pidana kekerasan itu melanggar aturan Gubernur Akpol. Jika pidana itu diatur dalam KUHP," tukas dia. (sym)

(wal)
Live Streaming
Logo
breaking news x