Pemilu Tahunan Tidak Bisa Menjadi Landasan Pemilu Selanjutnya

Ilustrasi (Okezone)

Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Deputi Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Agustyati menyebutkan bahwa pemilihan umum yang digelar lima tahun sekali tidak bisa menjadi landasan di lima tahun mendatang.

Pernyataan itu terkait isu ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold) yang saat ini sedang menjadi perdebatan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Khoirunnisa menilai partai politik (parpol) manapun bisa maju mencalonkan diri untuk ikut serta dalam pemilu 2019 asal terverifikasi oleh KPU.

"Hasil pemilu 2014 mencerminkan tahun, tersebut bukan pemilu 2019. Yang dapat mencalonkan presiden dan wapres adalah parpol peserta pemilu yang sudah ditetapkan terlebih dahulu," ujarnya dalam diskusi Pemilu di kawasan Halimun, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).

Khoirunnisa pun meyakini bahwa KPU menyelesai partai politik yang benar-benar akan maju dalam pemilu. Sebab menurutnya mencalonkan diri menjadi presiden itu tidak murah.

"Nanti calon banyak?. Calon presiden paling banyak ada 5 di 2004. Kan gak mungkin ada orang iseng mencalonkan presiden karena mahal," ujarnya.

Sekadar diketahui, konstelasi politik di parlemen menunjukkan bahwa mayoritas fraksi menghendaki tidak adanya ambang batas pengajuan calon presiden pada pemilu 2019. Tujuh fraksi di DPR mendukung presidential threshold 0%, sementara tiga faksinga yang menolak yaitu PDI Perjuangan, NasDem dan Golkar. Sedangkan PKB mengajukan presdential threshold sebesar 5%.

(fzy)
Live Streaming
Logo
breaking news x