Image

FOKUS: Wacana Regulasi Ganjil-Genap di Masa Mudik, Efektifkah?

Kemacaten parah di jalan tol pada musim mudik Lebaran 2016 lalu (Foto: Antara)

Kemacaten parah di jalan tol pada musim mudik Lebaran 2016 lalu (Foto: Antara)

REGULASI ganjil-genap ada wacananya akan diterapkan saat musim arus mudik dan arus balik Lebaran 2017. Aturan yang sebelumnya diterapkan di Jakarta di hari-hari kerja. Efektifkah?

Soal efektif tidaknya aturan ganjil-genap di Jakarta, pembaca bisa lihat sendiri bagaimana sehari-hari situasi lalu lintas di Ibu Kota- karena kali ini bukan itu yang akan kita bahas. Melainkan soal bagaimana jika aturan itu benar-benar diterapkan saat mudik.

Bulan lalu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan juga sudah angkat bicara. Menurutnya, keputusan soal iya atau tidaknya regulasi ganjil-genap di masa mudik akan ditelurkan bulan ini.

"Lagi dipikirkan, nanti Mei, pertengahan atau mulai puasa bisa mulai digunakan," ungkapnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, 20 April lalu.

Wacana awalnya, penerapan ganjil-genap (kalau jadi) di masa mudik, tetap pada “kodratnya”, yakni berlaku di hari kerja saja, tidak saat weekend atau akhir pekan (Sabtu-Minggu).

Lantas bagaimana respons Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Kalau dari penuturannya Menhub Budi Karya Sumadi sih, katanya pada praktiknya tidak akan 100 persen sukses memininalisir kemacetan di masa Lebaran tahun ini.

“Penerapan ganjil-genap itu memungkinkan tahun ini. Kita coba laksanakan. Apa yang kita lakukan itu adalah bagaimana agar mudik kali ini berjalan dengan lancar,” terang Menhub Budi Karya, Kamis 18 Mei 2017.

“Memang pada praktiknya tidak akan 100 persen berhasil, tapi itu lebih baik dibanding hanya diwacanakan saja. Lebih baik coba-cobanya sekarang, sehingga tahun depan tinggal penyempurnaan," tandasnya singkat.

Pun begitu belum ada keputusan pula soal lokasi-lokasi penerapan ganjil-genap itu di masa mudik. Apakah akan diterapkan di semua jalan tol atau tidak. Kalau dari keterangan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto sepekan sebelumnya, keputusannya akan dikeluarkan akhir bulan ini.

“Nanti 30 Mei ini ada rapat tingkat menteri di Kementerian Maritim. Mudah-mudahan ada keputusan terkait ganjil genap,” ungkap Pudji, 12 Mei lalu.

Tidak ketinggalan, Kemenhub juga mengeluarkan larangan buat kendaraan-kendaraan berat pengangkut barang macam truk atau trailer, untuk melintas di jalan-jalan tol, mulai H-4 Lebaran atau 21 Juni 2017 sampai H+3 atau 28 Juni 2017.

"Mengenai barang-barang yang dilarang itu kita berikan surat edaran tanggal 22 Mei ini. Nanti resminya disampaikan oleh Pak Menteri Koordinator untuk pembatasan angkutan barang,” tandas Pudji.

Terakhir, bicara wacana tentu bicara juga tentang potensi efektivitasnya. Apakah penerapan ganjil-genap itu bakal efektif, atau malah hanya akan memindahkan kemacetan?

“Aturan itu hanya akan memindahkan kemacetan baru di jalan non-tol. Bahkan bisa lebih para macetnya. Lagipula bisa menimbulkan persoalan sosial baru,” timpal Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.

(raw)
TAG : masa
Live Streaming
Logo
breaking news x