Image

RUU Pemilu Harus Segera Selesai agar Tidak Menjadi Kegundahan

Ray Rangkuti (foto: Okezone)

Ray Rangkuti (foto: Okezone)

 

JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti berharap persoalan revisi undang-undang pemilu harus segera diselesaikan DPR agar tidak menjadi kegundahan untuk masyarakat. Sebab, kini masyarakat merasa aspirasinya tidak lagi terwakili.

"Kalau kita definisikan masalah kita sebagai bangsa, kita bisa menjawab permasalahan. Apa masalah utama dalam sistem pemilu. Masyarakat merasa tidak terwakili daripada utak-atik sana-sini tapi tak menjawab keresahan masyarakat," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Oleh karena itu, ia mendesak DPR untuk lebih serius merampungkan RUU pemilu. Sebab jika tidak waktu semakin mendekati pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

"Perlu ditekankan kembali kepada DPR untuk memperhatikan jadwal RUU Pemilu yang molor. Argumen mengenai presidential dan parliamentary threshold justru hanya akan memperlama pembahasan perencana," paparnya.

Selain itu, kata Ray, isu krusial pemilu tengah menjadi perdebatan di parlemen saat ini bukan hanya persoalan ambang batas saja tetapi juga mengenai dana saksi pemilu, sistem pemilihan terbuka atau tertutup untuk pemilihan anggota legislatif, dan penambahan atau pengurangan angota KPU atau Pemilu.

"Terkait sistem pemilu terbuka terbatas, kenapa itu harus dibuat. Ini lebih banyak aspek soal suka-suka DPR. Terbuka terbatas lucu, ini apa yang mau disampaikan dengan ini, apa yang mau dikuatkan. Menguatkan partai tidak, menguatkan pemilih juga tidak," tutupnya.

Sekadar informasi Revisi Undang-Undang Pemilu yang rencananya diselesaikan pada 28 April 2017 hingga kini belum rampung. Oleh karena itu DPR RI menargetkan kembali pada 18 Mei 2017 harus segera diselesaikan.

(wal)
TAG : uu pemilu
Live Streaming
Logo
breaking news x