Image

Polemik Presidential Threshold, Pimpinan DPR Bandingkan RI dengan Eropa

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Foto: Bayu Septianto)

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Foto: Bayu Septianto)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menilai keinginan sejumlah partai politik agar ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) pada Pemilu 2019 ditiadakan alias 0% merupakan wujud kontribusi yang ingin diberikan partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi.

Taufik mengungkapkan, kontribusi itu diwujudkan setiap parpol dengan memberikan kesempatan kepada setiap tokoh, baik itu kader terbaik maupun tokoh di luar partai yang ingin maju mencalonkan diri sebagai presiden.

"Karena, kalau itu ada pembatasan presidential threshold, barangkali parpol sebagai salah satu pilar demokrasi, dia pun ingin memberikan kontribusi terbaik siapa tokoh yang ingin dicalonkan yang mewakili representasi partainya," ucap Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/5/2017).

Menurut Taufik, belum tentu tokoh-tokoh yang diinginkan masyarakat menjadi presiden berasal dari partai-partai politik besar, yang menginginkan presidential threshold tetap di angka 20%. Contohnya di negara-negara Eropa, saat pemilihan presiden justru tokoh yang berasal dari partai kecil mengalahkan tokoh dari partai besar.

"Ada juga di negara-negara lain ada tokoh populer tapi mungkin dicalonkan oleh partai yang minoritas. Ini gejala-gejala seperti di Eropa banyak calon presiden dan perdana menteri muda-muda dicalonkan oleh partai politik minoritas," tutur politikus PAN itu.

"Ini mungkin barangkali juga perlu menjadi suatu keinginan bahwa yang dimaksud dengan one man, one vote, one value itu perlu direpresentasikan oleh pilihan-pilihan dari setiap parpol," imbuhnya.

Taufik menambahkan, semakin kecil presidential threshold-nya, peluang untuk berkoalisi atau berkolaborasi dengan partai lain tentu lebih besar, apalagi angkanya ditiadakan alias 0%.

"Sehingga, otonomi dari parpol secara penuh prinsip dari salah satu pilar demokrasi, otorisasi, itu otonominya penuh, calon yang diputuskan otomatis bisa maju," ujarnya

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x