Sadis! Bocah SD Diseret lalu Diperkosa dengan Tangan Terikat oleh Pemuda Putus Sekolah

Ilustrasi (Okezone)

Ilustrasi (Okezone)

KOTAWARINGIN TIMUR - Perbuatan Irfan (19) sungguh tak patut ditiru. Ia diduga kuat tega mencabuli siswa SD hingga tiga kali dengan modus mengiming-imingi korban uang Rp10 ribu. Akibat kelakuan bejatnya, tersangka segera diadili.

Jajaran Polres Kotawaringin Timur kemarin sudah melimpahkan kasus pencabulan ke Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur. Irfan yang kini ditahan kejaksaan mengakui tiga kali menggagahi korban yang masih bocah berusia sembilan tersebut.

"Yang pertama dan kedua tidak ada paksaan, saya kasih Rp10 ribu dia langsung mau," kata tersangka saat ditemui di ruang tahanan Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, Jumat (19/5/2017).

Pria tidak tamat SD itu mengaku melakukan perbuatan bejatnya terhadap korban masing-masing pada, 13, 17 dan 18 Maret 2017. Lokasi kejadian di tepi sungai di Jalan Jatta, Desa Tumbang Sangai, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menurutnya, kejadian pertama terjadi di atas kelotok (perahu motor) dan yang ketiga di rumah kecil pinggir sungai (lanting).

Modus dilakukan tersangka adalah dengan mengajak korban naik ke atas kelotok kemudian memberinya uang lalu mencabuli. Saat melancarkan aksi ketiganya, korban kembali dirayu dan dibujuk dengan uang Rp10 ribu, namun saat itu korban menolak. Korban lalu diseret ke lanting.

Korban yang melawan akhirnya dipukul tersangka dan tangannya diikat lalu dicabuli. Setelah selesai melampiaskan nafsu birahinya, korban disuruh pulang.

Setelah mengetahui anaknya diperkosa, orangtua korban langsung melaporkan perbuatan itu ke Polsek Telaga Antang. Irfan pun ditangkap dan proses hukum.

(sal)
Live Streaming
Logo
breaking news x