Kerap Peras Tahanan, Dua Pegawai Rutan Sialang Bungkuk Ditetapkan Tersangka

448 tahanan Rutan Sialang Bungkuk kabur karena kerap diperas. Foto Okezone/Banda Haruddin Tanjung

448 tahanan Rutan Sialang Bungkuk kabur karena kerap diperas. Foto Okezone/Banda Haruddin Tanjung

PEKANBARU - Pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditresrkimsus) Polda Riau menetapkan dua tersangka kasus pungutan liar (pungli) di Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk Pekanbaru. Keduanya adalah MK dan RR yang merupakan staf rutan.

Penetapan kedua tersangka setelah penyidik Polda Riau menemukan dua alat bukti, yakni transaksi keuangan dari keluarga tahanan Rutan Pekanbaru.

"Ya benar kedua pegawai rutan sudah kita tetapkan tersangka," ucap Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, AKBP Edy Fariadi kepada Okezone, Jumat (19/5/2017).

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo mengatakan, dalam kasus pungli, penyidik mengantongi bukti transfer uang dari keluarga tahanan.

"Kita sudah mengantongi bukti transfer sejumlah uang yang kita dapat dari salah satu bank," ucapnya.

Setelah melakukan pemeriksaan, polisi menahan kedua pegawai rutan di Mapolda Riau.

Seperti diketahui pada 5 Mei 2017 sebanyak 448 tahanan Rutan Pekanbaru kabur. Mereka melarikan diri karena tidak tahanan dengan penganiayaan dan praktik pungli. over kapasitas membuat salah satu penyebab pegawai rutan sering melakukan pemerasan.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly yang beberapa waktu lalu ke Riau pun mencopot Kepala Rutan Pekanbaru dan Kepala Kanwil Hukum dan HAM Riau terkait kasus pungli dan penganiayaan.

Sebanyak 448 tahanan Rutan Pekanbaru yang kabur, kini tinggal 118 tahanan yang masih diburu.

(fzy)
Live Streaming
Logo
breaking news x