Sejumlah Korban Kecelakaan di Tol Cipularang Masih Dirawat Intensif

ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

PURWAKARTA - Sejumlah korban luka-luka dalam kecelakaan beruntun di jalan Tol Cipularang Kilometer (KM) 91 wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat hingga Jumat (19/5/2017) siang masih menjalani perawatan di rumah sakit Purwakarta.

Puluhan korban luka-luka dan empat orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun pada Kamis tadi malam sebelumnya dibawa ke Rumah Sakit MH Thamrin dan Rumah Sakit Siloam Purwakarta.

Di Rumah Sakit MH Thamrin, para korban luka-luka mengalami lecet di bagian kaki, tangan dan wajah. Mereka terlihat masih dirawat di rumah sakit tersebut.

Kecelakaan beruntun yang melibatkan sepuluh kendaraan di jalan Tol Cipularang Kilometer 91 terjadi pada Kamis malam, tepatnya di jalur dari arah Bandung menuju Jakarta. Empat orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu di antaranya Kendaraan truk trailer nopol B 9769 UIV, minibus Daihatsu Luxio nopol D 1315 AAL, minibus Mazda nopol B 1869 BIO, Isuzu Panther nopol B 1929 WMH dan minibus Freed nopol B 8 FP.

Kendaraan lainnya ialah microbus ELF City Trans nopol D 7905 AM, minibus Toyota Avanza nopol D 1055 NY, Toyota Yaris nopol B 1480 FUC, Bus Rencana Jaya nopol F 7580 SD, serta kendaraan Daihatsu Sirion nopol B 1875 KZX.

Peristiwa kecelakaan itu berawal saat truk trailer nopol B 9769 UIV melaju di kondisi jalan lurus menurun, dari arah Bandung menuju arah Jakarta. Sesampainya di Kilometer 91, sopir diduga hilang kendali sehingga mengambil lajur tengah.

Secara tiba-tiba kendaraan truk itu menabrak kendaraan Luxio nopol D 1315 AAL yang sedang berada di lajur sebelah kanan beserta kendaraan minibus mazda nopol B1869 BIO dan kendaraan Isuzu Panther.

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Tomex Kurniawan saat mengecek lokasi kejadian menegaskan akan memberi sanksi kepada pengemudi maupun pemilik mobil truk trailer, apabila ditemukan kelebihan beban muatan kendaraan. Pihaknya melibatkan petugas penyidik Satlantas Polres Purwakarta dan Dishub, kini sedang bekerja guna mengungkap sabab musabab kecelakaan beruntun itu.

"Kita selidiki seluruhnya. Dari mulai kelaikan kendaraan, fungsi rem hingga stiker hasil uji kir yang tertera di bagian kendaraan trailer," pungkasnya.

(put)
Live Streaming
Logo
breaking news x