Kemenangan Presiden Hassan Rouhani Dinilai Membawa Kebaikan Terkait HAM di Iran

Presiden Terpilih Iran, Hassan Rouhani. (Foto: Reuters)

Presiden Terpilih Iran, Hassan Rouhani. (Foto: Reuters)

TEHERAN - Hassan Rouhani resmi kembali menjabat sebagai Presiden Iran dan akan memimpin selama empat tahun ke depan. Pria berusia 48 tahun itu menang telak dari lawan-lawannya setelah mendapat perolehan suara sebanyak 58,6 % sementara pesainganya, Ebrahim Raisi hanya memperoleh 39,8%. Kemudian dua kandidat capres lainnya Mostafa Mirsalim dan Mostafa Hashemitaba hanya mendapatkan suara sekitar 1 %.

Badan Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional menilai kemenangan Rouhai ini akan membawa kebaikan terkait isu HAM di negara Timur Tengah tersebut. Sebelumnya Presiden Rouhani yang menjabat untuk kedua kalinya itu diketahui tidak menunjukkan tanda-tanda ketertarikan terhadap isu HAM. Dan pada masa jabatan pertamanya sebagai presiden, ratusan aktivis, pembela hak asasi manusia, jurnalis, dan anggota minoritas etnis banyak yang ditahan oleh Otoritas Iran. Sering kali mereka yang ditangkap berakhir dengan dieksekusi.

Merasa bertanggungjawab atas situasi tersebut, Presiden Rouhani kini dengan tegas menyatakan akan membela kesetaraan gender, hak minoritas, dan hak warga negara atas akses informasi. Pada akhir kampanyenya, Rouhani sempat mengatakan bahwa orang Iran akan memilih "seorang pengacara yang membela hak rakyat," sebagaimana dikutip dari HRW, Sabtu (20/5/2017).

Kini setelah Rouhani terpilih kembali menjadi Presiden Iran, perhatiannya terhadap isu HAM akan diuji. Presiden Rouhani sebelumnya juga selalu menyerukan kebebasan dan membuat Iran menjalin hubungan yang lebih luas dengan dunia. Rouhani telah mewujudkan harapan Iran yang lebih liberal dan berpikiran reformasi untuk mendapatkan kebebasan politik yang lebih besar. (rav)

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x