Taruna Akpol Tewas Dianiaya Dinilai karena Kurangnya Pengawasan

Foto almarhum Mohammad Adam yang menjadi korban kekerasan seniornya (Foto: Harits/Okezone)

Foto almarhum Mohammad Adam yang menjadi korban kekerasan seniornya (Foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Taruna Akpol yang tewas dianiaya seniornya sendiri di akademi kepolisian dinilai sebagai akibat dari kurangnya pengawasan terhadap para siswa. Kejadian itu menandakan bahwa penganiayaan yang dilakukan terhadap senior ke junior masih kerap terjadi.

"Kasus penganiayaan masih sering terjadi ya, faktor pengawasan yang kurang ini jadi salah satu penyebabnya," ujar Bekas Anggota Kompolnas, Edi Hasibuan kepada Okezone, Sabtu (20/5/2017).

Untuk itu, ia meminta kepada Kapolri agar dapat memberikan langkah tindakan evaluatif terkait pengawasan di akademi kepolisian. Tak hanya itu, Edi meminta agar ada pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban terkait kematian salah satu taruna Akpol tersebut.

Sebab, ada indikasi perintah Kapolri yang meniadakan kekerasan dalam pendidikan kepolisian tidak diindahkan. "Minta kepada Kapolri turunkan propam untuk evaluasi pengasawan di sana, tentu selain pelaku diprosres perlu diminta tanggung jawab dari pimpianan di kampus setempat. Perlu dicek apakah perintah Kapolri sudah dilaksanakan," tuturnya.

Dengan demikian, Edi berharap ini menjadi kasus terakhir kali yang akan terjadi. Kasus yang telah terjadi diharapkan bisa dijadikan pembelajaran agar kejadian serupan tidak terulang kembali.

"Jadikan bahan pembelajaran. Ini bisa dikategorikan pembiaran dari pengasuhnya karena perintah Kapolri jelas untuk tidak ada lagi penganiayaan senior terhdp junior," katanya.

Sebelumnya, seorang taruna Akademi Kepolisian tingkat II meninggal dunia. Korban bernama Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam meninggal diduga akibat dipukul seniornya. Dari pemeriksaan ditemukan luka memar di dada korban.

(ran)
Live Streaming
Logo
breaking news x