Image

Terkait Presidential Threshold, Sekjen Perindo: Rakyat Juga Bisa Menilai

Diskusi di Warung Daun, Cikini. (Dara P/Okezone)

Diskusi di Warung Daun, Cikini. (Dara P/Okezone)

JAKARTA - Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq menilai sangat tidak logis jika ambang batas pencalonan Presiden (Presidential Threshold) merujuk kepada hasil Pemilu Legislatif 2014. Sebab, kata dia belum tentu partai-partai di parlemen itu lolos dari verivikasi di KPU untuk Pemilu Serentak 2019.

"Katanya partai di parlemen dijadikan patokan presidential threshold, belum tentu juga mereka jadi peserta pemilu karena belum diverivikasi," kata Rofiq dalam diskusi Polemik Sindotrijaya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017).

Oleh karena itu, Rofiq menilai tidak ada dasar akal sehatnya jika presidential threshold merujuk kepada pemilu sebelumnya. "Menurut saya rakyat juga menilai," sambungnya.

Sementara itu, terkait ambang batas suar partai untuk duduk di parlemen (Parliamentary Threshold) menurut Rofiq harusnya juga tidak perlu ada.

"Tapi ada suatu proses politik demokrasi di Indonesia melakukan percepatan konsolidasi lebih baik. Partai Perindo mau 0 persen ayo, 3,5 persen  ayo, 5 persen ayo. Yang paling penting aspek keadilan diberi porsi sama untuk semua partai," tukasnya. (sym)

(erh)
Live Streaming
Logo
breaking news x