TNI Perbatasan RI-Timor Leste Gagalkan Upaya Penyelundupan 625 Liter BBM

Ilustrasi upaya penyelundupan BBM ilegal. (Foto: dokumentasi Okezone)

Ilustrasi upaya penyelundupan BBM ilegal. (Foto: dokumentasi Okezone)

KUPANG - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari unsur Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste Batalion Infanteri 712/Wiratama menggagalkan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin sebanyak 625 liter. 

"Upaya penyelundupan itu tercium anggota dan langsung digagalkan pada Rabu 17 Mei lalu sekitar pukul 01.15 Wita," kata Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste Batalion Infanteri Raider 712/Wiratama Letkol Inf Elvino Yudha Kurniawan, Sabtu (20/5/2017). 

Ia menerangkan, upaya penyelendupan itu dilakukan di dua lokasi perlintasan pos penjagaan Satgas Pamtas, yakni Pos Damar 2 serta Pos Nunura. Di masing-masing wilayah pos itulah barang bukti BBM diamankan dengan jumlah berbeda. 

Pada penggagalan di Pos Damar 2 yang dipimpin Komandan Sertu Afdal Ranran bersama empat anggotanya, diamankan barang bukti bensin sebanyak 300 liter yang dikemas masing-masing dalam satu jeriken berisi 35 liter, tiga jeriken berisi 25 liter, serta 38 jeriken berisi 5 liter. "Pelaku masih dalam pengejaran," katanya. 

Sedangkan barang bukti yang diamankan di wilayah operasi Pos Nunura oleh Komandan Pos Serda Tirza bersama lima anggotanya yakni BBM sebanyak 325 liter bensin yang ditinggal penyelundup di semak-semak setelah mengetahui telah diintai petugas. 

Bensin sebanyak 325 liter itu dikemas dalam tujuh jeriken berisi 25 liter, empat jeriken berisi 35 liter, dan dua jeriken berisi 5 liter. "Kami menduga pemilik atau oknum penyelundup adalah warga lokal," uajrnya. 

Semua barang bukti sudah diamankan dan pihak Satgas Pamtas telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memproses lanjut kasus ini. 

Dia menjelaskan, penggagalan penyelundupan yang dilakukan personel Batalion Raider 712/Wiratama itu usai dilakukan pengintaian petugas atas seluruh laporan dan informasi dari masyarakat yang bermukim di sepanjang tapal batas dua negara tersebut. 

Dari laporan dan informasi masyarakat serta sejumlah petunjuk yang diperoleh personel Raider, maka disiapkannya strategi penggerebekan. "Meskipun tidak berhasil menangkap pelaku penyelundupan, barang bukti bisa diamankan," katanya. 

Secara kelembagaan Satgas Pamtas RI-Timor Leste sektor Timur di bawah komando Batalion Raider 712/Wiratama terus melakukan sosialiasi, bimbingan, dan pendidikan kepada warga terutama yang berada di sepanjang garis batas untuk menghindari sejumlah aksi nakal yang melanggar peraturan yang ada, termasuk penyelundupan. 

Berkat pengetahuan itulah maka suplai informasi upaya penyelundupan terus diperoleh sehingga bisa mendapatkan hasil dengan sejumlah penggaggalan ini. "Kita berharap yang dilakukan bukan warga perbatasan tapi oknum warga dari tempat lain," ucapnya. 

Ia menyampikan, sinergitas dengan aparat lainnya seperti pihak kepolisian serta masyarakat memberikan atmosfer yang cukup baik bagi upaya penegakan hukum di sepanjang serambi negara ini. "Dan inilah tugas kami sebagai abdi negara untuk menjaga dan mempertahankan NKRI di perbatasan," tuntasnya. 

(han)
Live Streaming
Logo
breaking news x