Image

Latihan Tempur di Selat Malaka, TNI Kerahkan 23 Kapal Perang dan Pasukan Elite

Konferensi pers soal latihan tempur di Selat Malaka (foto TNI AL/Okezone)

Konferensi pers soal latihan tempur di Selat Malaka (foto TNI AL/Okezone)

PEKANBARU - TNI Angkatan Laut mengggelar latihan perang di Selat Malaka, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), untuk menguji kemampuan tempur dengan sistem senjata terpadu. 23 kapal perang plus tiga helikopter dikerahkan dalam Latihan Siaga Tempur Laut Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) 2017.

Latihan berlangsung dari 19 hingga 23 Mei 2017 dipusatkan di tiga lokasi yakni perairan Batam, Tanjung Uban, dan Laut Natuna, Kepri.

Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda Aan Kurnia mengatakan, selain kapal perang, TNI AL juga mengerahkan tiga helikopter dan prajurit elit TNI. "Dalam latihan ini sebanyak 23 kapal perang dan tiga unit helikopter dikerahkan," katanya, Sabtu (20/5/2017).

Aan Kurnia memimpin langsung tactical floor game pada Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017 di Batam. Latihan tempur dibagi dua tahap yaitu tahap pangkalan atau harbour phase yang meliputi simposium tentang penerbangan, kesehatan, operasi militer, pelayanan kesehatan, olah raga persahabatan dan interaksi sosial yang dikemas dalam berbagai kegiatan.

Kemudian tahap laut atau sea phase yang meliputi latihan tempur dan manuver lapangan unsur kapal di perairan Laut Natuna.

Aan Kurnia mengatakan, personel yang dilibatkan berasal dari Tim Komando Pasukan Katak (Kopaska), dua Tim Penyelam Dislambair Koarmabar, Tim Puspenerbal, serta Tim Kesehatan.

" Skenario adalah latihan Koarmabar melaksanakan operasi siaga tempur laut dan siaga keamanan laut. Laut China Selatan merupakan daerah operasi yang mengalami kontijensi akibat gelar kekuatan lawan untuk mengklaim kepemilikan suatu wilayah yang disebut sebagai nine dash line. Kontijensi mengalami peningkatan karena intensitas pelanggaran wilayah semakin tinggi oleh pihak lawan," tukasnya.

Dalam latihan itu, diskenariokan bahwa Presiden RI memerintahkan Panglima TNI untuk melaksanakan operasi tempur di wilayah yang sering dilanggar oleh kekuatan lawan untuk mengamankan wilayah NKRI.

Selanjutnya Panglima TNI memerintahkan Pangarmabar selaku Panglima Komando Tugas Laut Gabungan untuk melaksanakan operasi penghancuran kekuatan armada laut lawan dalam rangka menegakkan kedaulatan pada wilayah yang dilanggar kekuatan lawan.

"Latihan ini diberi sandi Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017” bertujuan untuk melatih dan menguji kemampuan tempur sistem senjata armada terpadu yaitu pangkalan, kapal perang, marinir dan pusnerbal. Hal ini guna memelihara dan meningkatkan kemampuan tempur secara individu maupun terintegrasi sekaligus melaksanakan pengendalian laut di wilayah operasi Koarmabar," pungkasnya.

(sal)
Live Streaming
Logo
breaking news x