Hayo.. Undip Tak Berikan Pendampingan Hukum pada Pemasang Poster "Garudaku Kafir"

Poster provokatif di Undip. (Foto: Taufik B)

Poster provokatif di Undip. (Foto: Taufik B)

SEMARANG - Polisi masih mendalami kasus beredarnya poster "Garudaku Kafir" di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Jawa Tengah. Namun, pihak kampus menyatakan tak akan memberi pendampingan hukum kepada oknum mahasiswa pemasang poster.

"Kalau dalam hal pembinaan akademik maka kampus akan hadir pada mahasiswa itu. Beda halnya jika mahasiswa itu terjerat hukum atau pidana, maka kapasitasnya adalah sebagai warga negara Indonesia. Jadi misalnya nanti ditemukan unsur pidana, kampus tak akan menyediakan pengacara," tegas Wakil Rektor Undip, M Zainuri, Jumat 19 Mei 2017.

Zainuri mengungkapkan, setelah menerima informasi adanya poster provokatif di area Kampus FISIP, pihaknya langsung melakukan penelusuran dan menemukan oknum mahasiswa yang diduga memasangnya. Proses pemeriksaan  pun dilakukan bertahap mulai dari tim pembina dekanat baru kemudian berlanjut ke tingkat universitas.

"Perlu diingat, ketika mahasiswa menerima sanksi mulai dari ringan, sedang, hingga berat, itu bukan sebagai hukuman kesalahan. Melainkan bagaimana prosedur itu dijalani sebagai proses penegakan hukum," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi juga mengerahkan jajaran intelijen untuk mengungkap kasus poster provokatif tersebut. Pelaku diduga memanfaatkan situasi kampus yang sepi dari aktivitas perkuliahan karena bertepatan dengan libur Hari Raya Waisak dan seleksi penerimaan mahasiswa baru.

"Kita masih dalami kasus itu (poster provokatif). Penyidik Polda Jateng maupun Polrestabes Semarang masih mengumpulkan keterangan-keterangan dari (saksi) yang berada sekitar kampus dan orang yang pertama kali melihatnya," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Djarot Padakova. (sym)

(erh)
Live Streaming
Logo
breaking news x