Harkitnas 2017, Dedi Mulyadi: Kebangkitan Nasional Itu Ketika Petani dan Nelayan Dilindungi

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (Istimewa)

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (Istimewa)

JAKARTA – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati serentak di seluruh Indonesia, Minggu (20/5/2017). Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengajak semua pihak memaknai momentum Harkitnas untuk bangkit memajukan bangsa dan negara.

Melalui puisi ditulisnya, pria yang akrab disapa Kang Dedi itu mengatakan, kebangkitan nasional itu saat pemimpin tidak korupsi, orang kaya tak serakah, dan rakyat bisa sejahtera.

“Kebangkitan nasional itu, ketika petani dan nelayan dilindungi ketika musim paceklik,” demikian sepenggal puisi karangan Dedi Mulyadi.

Dedi yang merupakan bakal calon gubernur Jawa Barat 2018-2023 memang dikenal sebagai sosok kepala daerah yang peduli dengan rakyat kecil terutama petani dan nelayan. Ia sukses menggerakkan pembangunan berbasis pedesaan di daerahnya.

Dedi juga sosok pemimpin yang berhasil menjaga keberagaman, menjunjung tinggi adat istiadat serta budaya. Beberapa penghargaan diperolehnya atas keberhasilan tersebut.

Berikut nukilan puisi Dedi Mulyadi tentang Hari Kebangkitan Nasional:

Kebangkitan nasional itu, ketika para pemimpin mampu mengelola keuangan dan kekayaan negara bagi kemakmuran rakyatnya.

Kebangkitan nasional itu, ketika orang kaya tidak serakah dan berbagi kepada masyarakat miskin.

Kebangkitan nasional itu, ketika pengusaha mampu memberikan kesejahteraan kepada para buruh.

Kebangkitan nasional itu, ketika para buruh bekerja dengan sepenuh hati

Kebangkitan nasional itu, ketika petani dan nelayan dilindungi ketika musim paceklik

Kebangkitan nasional itu, ketika para TKI dihargai di luar negeri.

Kebangkitan nasional itu, ketika para pemuka agama dan adat, menghormati perbedaan, tidak merasa benar sendiri.

(sal)
Live Streaming
Logo
breaking news x