Dikunjungi Dedi Mulyadi, Istri Didin Curhat Sulitnya Hidup Usai Suami Dipenjara karena Ambil Cacing

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kanan) saat bertemu Didin di Mapolres Cianjur (foto Humas Pemkab Purwakarta)

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kanan) saat bertemu Didin di Mapolres Cianjur (foto Humas Pemkab Purwakarta)

PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengunjungi kediaman Didin (48), penjual jagung dan topi kupluk yang ditangkap dan ditahan polisi gara-gara mengambil cacing sonari di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Saat menyambangi rumah Didin di Kampung Rarahan, RT 06 RW 08, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ela Nurhayati, istri Didin langsung mencurahkan isi hatinya (curhat) ke Dedi Mulyadi tentang pahitnya hidup setelah suaminya dipenjara.

Ela menceritakan bahwa suaminya baru dua bulan lalu mencari cacing sonari karena ada dua orang yang mangaku dari Bekasi memesan cacing tersebut. Setelah itu, Didin ditangkap polisi hutan (polhut).

"Baru dua bulan, ikut-ikutan yang lain cari cacing, enggak tahu kenapa tiba-tiba saja ditangkap polhut," kata Ela, Sabtu (20/5/2017).

Ibu dua anak ini mengaku, seketika pendapatannya tertahan akibat ditangkap suaminya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk jajan anaknya, Ela kini harus bekerja sendiri dengan berjualan bunga yang sepekan hanya mendapatkan Rp100 hingga 200 ribu.

"Sekarang mah jualan bunga itu pun dapatnya enggak sering pak," ujar Ela.

Sementara Dedi Mulyadi mengaku prihatin dengan apa yang menimpa keluarga Didin. Ia berjanji akan menanggung kebutuhan Didin dan keluarganya.

(sal)
Live Streaming
Logo
breaking news x