Kembali Menjabat sebagai Presiden, Rouhani Sebut Warga Iran Tolak Ekstremisme

Presiden Iran petahana Hassan Rouhani sebut kemenangannya karena warga Iran menolak ekstremisme (Foto: AP)

Presiden Iran petahana Hassan Rouhani sebut kemenangannya karena warga Iran menolak ekstremisme (Foto: AP)

TEHERAN – Presiden petahana Hassan Rouhani telah resmi keluar sebagai pemenang di pilpres Iran 2017. Rouhani menyatakan bahwa kembali terpilihnya ia sebagai presiden menandakan bahwa warga Iran telah menolak ekstremisme.

Rouhani berhasil menumbangkan pesaingnya, Ebrahim Raisi, dengan meraih 58,6% suara. Kemenangan telak ini mensinyalirkan bahwa warga Iran menyetujui pandangan serta kebijakan sang presiden yang beraliran moderat.

Kemenangan Rouhani juga dibantu dengan pandangan bahwa bila Raisi memenangkan Pilpres Iran maka ia akan memperburuk masalah HAM di negara tersebut. Sang ulama garis keras itu juga dipandang dapat membawa Iran berbentrokan dengan Barat sehingga memperburuk keadaan untuk para warga Teheran.

Rouhani banyak dipandang sebagai sosok yang membawa Iran ke arah lebih liberal serta menjadi perwujudan keinginan para warganya yang ingin mendapatkan lebih banyak kebebasan serta keterbukaan di Teheran. Dengan menandatangani kesepakatan pelucutan nuklir pada 2015, Rouhani telah membantu Iran menjalin hubungan yang lebih baik dengan negara lainnya.

“Warga Iran telah memilih jalan interaksinya dengan dunia, sebuah jalan yang menjauhkan diri dari ekstremisme dan kekerasan. Pilpres saat ini telah berakhir. Saya adalah presiden negara ini dan membutuhkan bantuan dari setiap warga Iran, bahkan dari mereka yang menentang saya serta kebijakan saya,” tutur Rouhani di pengumuman yang disiarkan di televisi nasional Iran, sebagaimana dikutip dari BBC, Minggu (21/5/2017).

(emj)
TAG : Tol
Live Streaming
Logo
breaking news x