Ibu Julian Assange Meminta PM Australia Bantu Putranya

Foto Ibunda Julian Assange, Christine Assange (Foto: Russia Today)

Foto Ibunda Julian Assange, Christine Assange (Foto: Russia Today)

BRISBANE – Ibunda pendiri situs Wikileaks Julian Assange meminta agar Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbul membantu putranya untuk mencari suaka politik. Permintaan itu disampaikan usai Swedia menghentikan proses penyelidikan kasus pemerkosaan yang menjerat Julian Assange.

Sebagaimana dikutip dari Independent, Minggu (21/5/2017) Christine Assange menyatakan bahwa ia merasa puas dengan keputusan otoritas Swedia yang mencabut kasus putranya itu.

Namun bukan berarti dengan pencabutan kasus tersebut maka Julian Assange dapat menghirup udara bebas. Pasalnya, Pemerintah Inggris dan Amerika Serikat masih terus mengincar pendiri situs Wikileaks tersebut.

“Saya secara resmi meminta Malcolm Turnbul untuk masuk, bertindak sebagai Perdana Menteri dan melindungi seorang warga negaranya,” ujar Christine Assange di ABC Radio Brisbane.

“Saya ingin ia (Turnbull) menekan Pemerintah Inggris untuk mengizinkannya melakukan perjalanan yang aman menuju Ekuador,” tambah ibunda pendiri situs Wikileaks tersebut.

Semenjak 2012 hingga saat ini Julian Assange terus berada di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris. Ia berada di sana untuk menghindari ekstradisi ke Swedia yang Assange pandang hanyalah usaha AS agar kelak ia bisa dibawa ke Negeri Paman Sam untuk diinterogasi terkait informasi rahasia yang Wikileaks bocorkan.

Walau Swedia telah mencabut kasus yang menyeret Assange, Kepolisian London mengklaim akan tetap menangkapnya jika ia keluar dari kedutaan. Kepolisian London menyebut, Assange akan dijatuhi dakwaan ringan karena ia tidak datang ke pengadilan dan sang pendiri Wikileaks terancam dijatuhi hukuman penjara hingga setahun karena dakwaan tersebut.

(emj)
Live Streaming
Logo
breaking news x