Image

Divonis 6,5 Bulan Penjara Tak Membuat Rizal dan Jamran Kapok

Rizal dan Jamran di PN Jaksel (foto: Fadel/Okezone)

Rizal dan Jamran di PN Jaksel (foto: Fadel/Okezone)

 

JAKARTA - Rizal Kobar dan Jamran. Mereka adalah sepasang kakak beradik yang menjadi terdakwa kasus ujaran kebencian. Hari ini, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan melalui Majelis Hakim Ratmoho memvonis keduanya dengan hukuman penjara selama 6 bulan, 15 hari.

Meski begitu, mereka mengaku tak menyesali perbuatannya, walau akibat ulahnya berujung ke dalam jeruji besi. Kata Rizal, itu cuitan dia di twitter tak termasuk ke dalam penyebar kebencian. Namun hanya sebagai bentuk ekspresi dari pemikirannya.

"Saya enggak pernah merasa menyesal, bahwa saya konsekuensi postingan saya lalu ditangkap sama sekali enggak ada nilai-nilai menyesal," kata Rizal di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Raya Ampera, Senin (5/6/2017).

"Kita merasa bahwa kami melakukan hal yang benar sesuai UUD 1945 Pasal 28 hak menyatakan pendapat. Jadi saya berdua menyampaikan pemikiran kita. Saya masih merasa baha kami berdua tidak bersalah," lanjut Rizal.

Hal senada dikatakan Jamran yang mengungkapkan tak ada penyesalan sama sekali. Menurutnya, itu merupakan suatu luapan pendapat dirinya yang ditumpahkan di media sosial (medsos). Sehingga, hal tersebut tidak termasuk ke dalam ujaran kebencian. Ia berharap kejadian serupa tak menimpa kepada orang lain.

"Saya justru tak akan menyesal. Bahwa menurut saya apa yang saya perbuat ini jangan sampai terjadi pada orang lain. Kenapa ekspresi orang kan di sosmed siapa aja berhak. Tapi kita ingin kebebasan berekspresi ini selama masih dalam batas ya masih boleh apalagi postingan saya ini ada di media. Bukan fitnah," tegasnya.

Sementara itu, Rizal mengaku, pasca dirinya menghirup udara bebas nanti ia tetap akan berjuang memperjuangkan keadilan yang semakin hilang di Tanah Air. Lalu akan kembali menekuni dunia usaha yang selama ini ia tinggalkan kala menginap di dalam hotel prodeo.

"Kalau saya akan bangun usaha dan saya akan tetap melakukan perlawanan kepada rezim yang dzolim. Selama pemerintah tidak menegakan keadilan maka rakyat punya hak menegakan keadilan," paparnya.

Berbeda dengan sang kakak, Jamran malahan ingin melanjutkan hidupnya di dunia pendidikan dan olahraga, di mana itu merupakan aktivitasnya sebelum terjerat kasus tersebut.

"Saya mau ngajar. Saya sebagai dosen. Saya ketua KONI persiapan Asean Games dan banyak kegiatan," tutupnya.

(wal)
Live Streaming
Logo
breaking news x