Keluarga Korban Kereta Tabrak Mobil di Senen Menolak Autopsi Jenazah

Kereta Walahar Ekspress yang terbakar di Senen. (Foto: Antara)

Kereta Walahar Ekspress yang terbakar di Senen. (Foto: Antara)

JAKARTA - Keluarga salah satu korban kecelakaan tabrakan kereta api Walahar Ekspress, Hari Febrianto enggan jenazah korban diautopsi.

"Pihak keluarga Hari keberatan dengan proses pemeriksaan autopsi karena dilakukan dalam waktu yang lama," kata salah satu keluarga Hari, Hanfi Fajri di kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Hanfi mengatakan, kondisi jenazah Hari tidak memungkinkan untuk dilakukan autopsi dalam waktu karena harus segera dimakamkan. Dia menjelaskan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Keramat Pulo dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kawi-Kawi hari ini.

"Dimakamkan di TPU Kawi-Kawi rencana siang ini karena menunggu keluarga dari Padang, Sumatera Barat," ujarnya.

Sebelumnya, dua orang tewas dalam kecelakaan antara mobil boks dan kereta api di perlintasan kereta api Pasar Gaplok, Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa 13 Juni 2017 sore.

"Pada Selasa pukul 17. 00 WIB telah terjadi tabrakan Kereta Api Purwakarta dengan mobil boks yang menerobos palang pintu rel," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta.

Martinus mengatakan menurut salah seorang saksi bernama Ujasujani (50 tahun), peristiwa terjadi saat palang pintu kereta api di Pasar Gaplok ditutup, namun mobil boks malah menerobos palang tersebut sehingga terjadi kecelakaan saat kereta api melintas.

(qlh)
Live Streaming
Logo
breaking news x