facebook pixel

Pertimbangan Mercedes Benz Merakit Mobil di Indonesia

Ilustrasi pabrik Mercedes Benz (Okezone)

Ilustrasi pabrik Mercedes Benz (Okezone)

JAKARTA - Beberapa model kendaraan Mercedes Benz, seperti C Class, E Class, S Class, GLC, GLE, dan GLS sudah dirakit secara lokal di pabrik Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ada beberapa keuntungan yang dirasakan konsumen jika kendaraan tersebut dirakit lokal, salah satunya pengiriman unit bisa lebih cepat. Saat ini Mercedes Benz Indonesia masih bertahan merakit enam model tersebut, namun tidak menutup kemungkinan ke depannya akan menambah model lagi.

"Sejauh ini enggak (menambah), kami masih bertahan di enam model itu. Kalau untuk GLA yang baru meluncur ini masih CBU Jerman. Kemungkinan untuk SUV compact dirakit di sini tetap ada, tapi enggak tahu 3-4 tahun ke depan bisa saja ada perubahan," ujar Kariyanto Hardjosoemarto, deputy director sales operation Mercedes Benz Passenger Cars and Network Development, di Jakarta, kemarin.

Untuk bisa merakit kendaraan secara lokal Mercedes Benz mempunyai berbagai pertimbangan. Satu yang paling penting, kata pria yang akrab disapa Kerry, itu adalah investasi. Untuk membuat jalur perakitan baru butuh dana besar dan sumber daya manusia tambahan.

"Istilahnya begini kalau kami men-setting suatu produk untuk CKD itu kan investasinya cukup besar karena harus persiapkan peralatan. Kemudian juga secara man power. Kami tidak mau coba-coba, sudah CKD eh enggak laku sehingga kami harus berhenti. Nah itu yang kami hindari. Jadi perhitungannya sudah sangat detail," kata Kerry.

Bahkan prinsipal di Jerman juga ikut campur tangan dalam hal ini. Mereka yang menentukan suatu model lebih cocok dipasarkan di Indonesia dalam bentuk impor utuh (CBU) atau dirakit lokal (CKD). Volume penjualan bukan satu-satunya bahan pertimbangan suatu produk bisa dirakit lokal atau tidak.

"Itu salah satu faktor saja, tapi tentunya ada pertimbangan-pertimbangan lain, misalnya pajak dan faktor-faktor lain itu dianalisa keseluruhan baru diputuskan," pungkas Kerry. (san)

(ton)
​