facebook pixel

Januari-Mei 2017, 155 Ribu Motor Honda Terjual di Jakarta-Tangerang

Penjualan motor Honda di Jakarta-Tangerang pada Januari-Mei 2017 naik 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (AHM)

Penjualan motor Honda di Jakarta-Tangerang pada Januari-Mei 2017 naik 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (AHM)

JAKARTA - Penjualan total sepeda motor di Jakarta dan Tangerang mengalami penurunan sebesar 10 persen pada periode Januari-Mei 2017 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian penjualan motor Honda justru naik tipis 2 persen.

Lesunya penjualan retail sepeda motor sudah dirasakan sejak awal tahun. Selain faktor kenaikan biaya administrasi STNK, aturan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal komisi untuk perusahaan leasing juga turut memukul penjualan. Namun Honda berupaya mempertahankan penjualan agar tidak minus.

"Kondisi pasar lagi kurang baik. Tidak sesuai dengan planning. Di awal tahun market share (Honda) naik 5 persen. Sayangnya masalah terjadi di lapangan, di awal tahun ada kebijakan OJK. Dari Januari sampai Mei kami berjuang agar tidak minus," terang Chief Marketing Officer Wahana Makmur Sejati (WMS) -main dealer sepeda motor Honda dan Tangerang-, Edi Setiawan.

Namun pada Juni penjualan menunjukkan kenaikan signifikan. Ini disebabkan faktor tingginya permintaan menjelang Lebaran. Selama bulan Juni berjalan, kata Edi, penjualan sepeda motor di Jakarta dan Tangerang naik 7 persen dibandingkan Mei 2017. Hingga akhir bulan ini, ia memprediksi kenaikan penjualan mencapai 10 persen.

"Tapi di Juni walaupun lambat tapi growth tetap terjadi. Growth 7 persen dibandingkan bulan lalu. Kami bisa menjual 1.600-1.700 unit motor (setiap hari), sebelumnya hanya 1.400-an,” imbuhnya.

Sementara itu penjualan sepeda motor Honda di Jakarta-Tangerang pada periode Januari-Mei 2017 sebanyak 155.004 unit. Skuter matik (skutik) masih menjadi primadona dengan menyumbang 136.681 unit. Kemudian tipe sport sebanyak 9.947 unit, menyusul tipe cub atau bebek.

"Pasar sepeda motor Honda telah berubah sesuai dengan pertumbuhan GDP. Tipe sport lebih dipilih pengguna sepeda motor dibanding tipe cub," ungkapnya.

(ton)