facebook pixel

Canggihnya Ban Ini, Kembangnya Bisa Berubah Sesuai Kondisi Jalan

Ban Visionary Concept Michelin (Motor1)

Ban Visionary Concept Michelin (Motor1)

MONTREAL - Michelin memperkenalkan ban masa depan Visionary Concept di Konferensi Movin'On, Montreal, Kanada, pekan ini. Ban canggih ini tak perlu angin atau nitrogen lagi. Michelin membuat Visionary Concept yang nantinya bisa digunakan pada mobil-mobil berteknologi otonom.

Konsep desainnya mengambil inspirasi dari sarang laba-laba yakni memiliki banyak rongga. Ban ini elastis sehingga bisa menapak aspal, tanah, pasir, jalan bebatuan, tanpa memerlukan angin. Pembuatannya menggunakan printer tiga dimensi.

Executive Vice President of Research and Development Michelin Terry Gettys, seperti dikutip dari Motor1, mengatakan, ban yang ditunjukkan ke publik tersebut merupakan hasil dari tahap awal penelitian. Artinya, ban ini masih bisa dikembangkan lagi kecanggihannya.

Ban bisa beradaptasi dengan kondisi jalan apa pun yang dilewati. Pengguna kendaraan tinggal menentukan lokasi yang dituju melalui layar. Sebelum mobil melaju, mobil akan menentukan mode ban seperti apa yang cocok untuk menuju lokasi yang ditentukan. Lalu sistem akan meminta penumpang untuk menekan tombol sebagai bentuk persetujuan.

Misalnya, ketika jalan yang akan dilewati merupakan aspal kering dan cuacanya panas, alur kembang ban akan menyesuaikannya. Lalu saat akan masuk ke jalan tanah atau berpasir, mobil akan berhenti sejenak untuk meminta persetujuan penumpang mengubah kembali mode ban.

Jika kondisi jalan memerlukan tapak ban yang lebih kompleks, maka printer tiga dimensi yang berada di atas ban akan mencetak secara cepat.

Menurut Gettys ban ini juga dapat berkomunikasi dengan kendaraan lain. Diperkirakan, Visionary Concept sudah digunakan pada mobil produksi pada 10-20 tahun mendatang.

Menariknya, ban ini bisa dibuat dari bahan-bahan hasil daur ulang dan bisa didaur ulang kembali usai dipakai.

(ton)
​