Diplomat Korut "Dirampok" di Bandara New York

Foto: Reuters

Foto: Reuters

NEW YORK – Pemerintah Korea Utara (Korut) menuduh pihak berwenang Amerika Serikat (AS) telah melakukan perampokan terhadap salah satu diplomatnya di bandara internasional New York. Juru bicara Pyongyang mengatakan, pihak AS mengambil paksa paket diplomatik dari utusan Korut yang baru saja kembali dari konferensi PBB.

"Paket diplomatik yang dibawa seorang diplomat dari sebuah negara berdaulat dirampok di pusat Kota New York di mana markas besar PBB berada dan yang berfungsi sebagai tempat pertemuan internasional termasuk Majelis Umum PBB,” kata juru bicara itu sebagaimana dilansir dari Reuters, Senin (19/6/2017).

Kantor berita Korut, KCNA menyebut insiden yang terjadi di Bandara John F. Kennedy, New York pada 16 Juni itu sebagai sebuah provokasi dan bukti bahwa AS adalah sebuah negara gangster tanpa hukum. Lebih lanjut KCNA menyoroti kepantasan New York sebagai tempat pertemuan-pertemuan internasional.

"Masyarakat internasional perlu mempertimbangkan secara serius apakah New York, di mana perampokan memalukan seperti ini merajalela, cocok untuk dijadikan tempat pertemuan internasional," tulis KCNA.

Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan komentarnya terkait insiden tersebut. Namun, kejadian ini menjadi insiden terbaru yang menambah ketegangan antara kedua negara.

(dka)
Live Streaming
Logo
breaking news x