Presiden Korsel Berencana Akhiri Ketergantungan pada Reaktor Nuklir

Presiden Korsel Moon Jae-in (Foto: Kim Hong-ji/Reuters)

Presiden Korsel Moon Jae-in (Foto: Kim Hong-ji/Reuters)

BUSAN – Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in memiliki rencana untuk menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di masa depan. Pria berusia 64 tahun itu juga tidak akan memperpanjang masa produksi pembangkit nuklir yang sedang beroperasi saat ini. Langkah tersebut dilakukan demi mengakhiri pembangkit listrik tenaga nuklir.

Moon Jae-in menyampaikan rencana tersebut dalam sebuah acara peringatan penutupan reaktor nuklir nomor 1 Kori di Busan. Ia ingin mengakhiri ketergantungan produksi tenaga listrik Korsel dari batu bara dan nuklir.

“Kita akan mengakhiri generasi pembangkit listrik yang berorientasi pada nuklir sekaligus membuka jalan bagi era bebas nuklir,” tutur Moon Jae-in, seperti dimuat Reuters, Senin (19/6/2017).

“Kita akan menarik rencana yang ada untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir baru dan tidak memperpanjang masa produksi pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada,” sambung pria berkacamata itu.

Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tertua Korsel, Kori No.1, baru saja ditutup secara permanen pada Minggu 18 Juni 2017 tengah malam waktu setempat. PLTN tersebut baru saja mencapai usia produksi ke-40. Kori No.1 menjadi PLTN pertama yang ditutup secara permanen.

Negeri Ginseng diketahui memiliki 25 reaktor nuklir yang berkontribusi terhadap sepertiga pasokan listrik negara. Selama kampanye menjadi presiden, Moon bersumpah untuk meninjau ulang rencana pembangunan delapan reaktor nuklir baru, termasuk yang sedang memasuki tahap akhir penyelesaian, Shin Kori No.5 dan Kori No.6.

Moon Jae-in optimis akan segara mencapai konsensus dengan Shin Kori No.5 dan Shin Kori No.6 setelah mempertimbangkan dengan baik biaya pembangunan, faktor keamanan, dan potensi pembayaran kompensasi. Ia juga menyampaikan rencana pemerintah untuk menutup reaktor nuklir tertua kedua di Korsel, Wolsong No.1, secepatnya mungkin tergantung kondisi suplai listrik negara.

Dukungan terhadap reaktor nuklir mulai menurun setelah skandal pemalsuan suku cadang pada 2010 dan kebocoran nuklir di Fukushima, Jepang, pada 2011. Korsel sedang mencari cara untuk mengurangi ketergantungan pada nuklir. Moon mengatakan akan mendukung sektor energi terbarukan dan gas alam cair untuk meningkatkan energi bersih yang aman.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x