FOKUS: Berawal Sebut Hary Tanoe Tersangka, Jaksa Agung Dilaporkan Balik ke Polisi

Tim kuasa hukum Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Okezone)

Tim kuasa hukum Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Okezone)

JAKSA Agung HM Prasetyo pada Jumat 16 Juni 2017 menyebut Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka kasus ancaman melalui pesan singkat (SMS) kepada Jaksa Yulianto. Namun, hal itu tidak benar dan dinilai sebagai tindakan ceroboh. Sebab, pihak Bareskrim Polri selaku institusi yang menangani kasus tersebut menyatakan Hary Tanoe berstatus saksi terlapor.

Akibat tindakan ini, sejumlah pihak menilai Jaksa Agung melampui garis kewenangan, bertindak tidak profesional, dan tidak proporsoinal. Bahkan, pengamat hukum Suparji Ahmad menyatakan aksi blunder tersebut bisa terus berlanjut dan akan berbahaya bagi institusi penegak hukum kejaksaan karena dipimpin orang yang tak profesional. Kemudian dikatakannya juga diperlukan evaluasi terhadap Jaksa Agung.

“Ya sangat berbahaya dan sudah jadi keniscayaan, serta sudah banyak penilaian publik untuk evaluasi Jaksa Agung,” ungkapnya.

(Baca: Blunder Sebut Hary Tanoe Tersangka, Jaksa Agung Dinilai Tidak Profesional & Proporsional)

Kemudian pada hari ini, Senin 19 Juni 2017, tim kuasa hukum Hary Tanoesoedibjo resmi melaporkan Jaksa Agung HM Prasetyo ke Bareskrim Polri karena diduga melakukan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHAP) terkait kasus SMS tersebut. Mereka menilai pernyataan Prasetyo yang menyebut Hary Tanoe telah menjadi tersangka melampaui kewenangan dan merugikan nama baik karena menimbulkan polemik di masyarakat.

Adidharma Wicaksono, anggota tim kuasa hukum Hary Tanoesoedibjo, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk memperkuat pelaporan dan dijadikan argumentasi hukum dugaan pelanggarannya. Bukti tersebut di antaranya video, artikel, rekaman suara, dan sejumlah berkas.

“Secara fakta, Jaksa Agung sudah melanggar KUHAP dan juga UU ITE. Atas fakta hukum itu, kita melaporkan Jaksa Agung ke Bareskrim. Kita percaya keadilan masih ada,” terang Adi usai melapor ke polisi, Senin (19/6/2017).

(Baca: Resmi! Hary Tanoe Laporkan Jaksa Agung ke Bareskrim Polri atas Dugaan Pelanggaran UU ITE)

Sementara itu, lanjut dia, tindakan Jaksa Agung ini dinilai sangat berbahaya. Apalagi pernyataan tersebut dibantah Mabes Polri dengan menyebut Hary Tanoe hanya sebagai saksi terlapor. "Sangat berbahaya (tindakan Jaksa Agung). Ini mengingat jabatannya dia melakukan mengumumkan (tersangka) itu di luar kewenangannya," jelas Adidharma.

Lalu dampak kecerobohan Jaksa Agung sendiri dinilai turut berbahaya bagi masyarakat umum, jadi bukan hanya bagi Hary Tanoe. "Dampaknya tidak ada kepastian hukum, pastinya tidak ada kepastian hukum, sehingga jelas ini akan merugikan masyarakat pada umumnya," tuturnya.

(Baca: Kuasa Hukum Ketum Perindo Hary Tanoe: Tindakan Jaksa Agung Berbahaya Bagi Negara)

Sebagaimana diketahui, pada Senin 12 Juni 2017, Hary Tanoesoedibjo kembali dimintai keterangannya di Bareskrim Polri terkait kasus SMS ke Jaksa Yulianto yang sudah lama mengendap dan sekarang diangkat lagi. Dalam pemeriksaan tersebut, Hary Tanoe pun ditegaskan berstatus sebagai saksi.

Dengan demikian, pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo itu merupakan sebuah kecerobohan dan tidak sesuai fakta. Bahkan, bisa dinilai sebagai pencemaran nama baik, kemudian berujung pada ketidakpercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa. Jadi sekali lagi, berhati-hatilah dalam memberikan keterangan publik, terlebih lagi yang menyangkut orang lain.

(han)
Live Streaming
Logo
breaking news x