Image

Aksi Terorisme Jadi Atensi saat Operasi Ramadniya 2017

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA - Aksi terorisme menjadi atensi utama Polri dalam operasi Ramadniya 2017 untuk pengamanan arus mudik dan arus balik adalah aksi terorisme.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan pasca bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu pada 24 Mei 2017 lalu, Polri tidak ingin lagi kejadian serupa terjadi di tengah masyarakat.

"Beberapa waktu belakangan kami banyak melakukan penangkapan teroris dalam pengembangan kasus Kampung Melayu. Jadi kita enggak mau lagi ada kejadian yang menimpa masyarakat," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (20/6/2017).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan pada Sabtu 17 Juni 2017, Densus 88 Anti Teror baru saja menangkap dua orang terduga teroris di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berencana hendak meledakkan Polsek Woha.

"Saat penangkapan ada bom, bahan-bahanya siap semua. Jadi kami tidak mau lagi ada kejadian-kejadian yang menimbulkan korban. Makanya kami intensif melakukan perburuan terhadap orang-orang yang melakukan teror terutama menjelang lebaran. Nanti kalau sudah lengkap semua akan kami bawa ke Jakarta (terduga teroris Bima) untuk ekspose secara besar," terangnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan ada sekira 36 orang terduga teroris yang ditangkap pasca kejadian bom bunuh diri di Kampung Melayu. Mereka ditangkap di berbagai daerah yakni Medan, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut Tito menjelaskan, 36 orang terduga teroris yang ditangkap itu tidak hanya berkaitan dengan teror bom Kampung Melayu. Melainkan juga ada yang merencakan aksi teror di daerah lain hingga memfasilitasi keberangkan foreign teroris fighter (FTF) ke Marawi.

"Terkait ancaman terorisme, saya perintahkan jajaran untuk lakukan tindakan proaktif untuk mencegah dan mendeteksi dini potensi terorisme," kata Tito saat apel gelar pasukan Operasi Ramadniya di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x