"SMS Hary Tanoe yang Dikasuskan Bertujuan Menjegal Elektabilitas Partai Perindo"

Ketua Umum DPP Pemuda Perindo, Effendi Syahputra (Foto: Okezone)

Ketua Umum DPP Pemuda Perindo, Effendi Syahputra (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Pemuda Perindo, Effendy Syahputra menilai bahwa kasus SMS Hary Tanoe hanyalah akal-akalan dari Kejaksaan untuk menjegal tren elektabilitas dari Partai Perindo yang tengah melesat.

"Kehadiran Partai Perindo itu tampaknya tak disukai oleh pemerintah. Dengan elektabilitas partai yang makin melonjak, dengan popularitas Hary Tanoe yang terus naik, pemerintah sepertinya tak suka, maka dari itu dibuatlah kasus seperti ini (SMS Hary Tanoe)," terang Effendy dalam diskusi yang digelar di iNewsTV, Senin (19/6/2017).

Bahkan, jelas Effendy, pemerintah secara politik melihat bahwa kehadiran Partai Perindo akan mengancam dalam pentas demokrasi di Indonesia.

"Jadi seperti dicari-cari kesalahannya, apa nih, supaya elektabilitas Partai Perindo terhenti," terang Effendy.

Sebagaimana diketahui, Jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri pada 28 Januari 2016 atas tuduhan melanggar Pasal 28 UU ITE. SMS yang dikirimkan Hary Tanoe kepadanya pada 5 Januari 2016 dianggap Jaksa Yulianto sebagai ancaman.

Tak cukup bukti, kasus itu tidak ditindaklanjuti. Kini setelah 1,5 tahun kasus tersebut kembali diangkat. Hary Tanoe dipanggil Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan terkait SMS itu pada Senin 12 Juni pagi dan berstatus sebagai saksi terlapor. (kha)

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x