Posisi Nasdem di Bawah Perindo, Pengamat: Masyarakat akan Lihat Kasus SMS Ketum Perindo Dipolitisasi

Jaksa Agung M Prasetyo

Jaksa Agung M Prasetyo

JAKARTA - ‎Praktisi hukum Toto Prajamanggala menilai, kasus SMS Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo ke Jaksa Yulianto bukan merupakan sebuah ancaman, tetapi ajakan.

Menurut dia, pesan singkat Hary Tanoe ke Jaksa Yulianto merupakan ajakan seorang warga negara yang ingin membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak terlibat kasus yang terkesan dipaksakan untuk diusut Korps Adhyaksa.

"Bahasanya di situ bukan ancaman. Kedua, di situ ada kata-kata 'mari kita buktikan siapa yang salah siapa yang benar'. Itu ajakan halusnya. Kasarnya tantangan jadi siapa yang benar, kamu atau saya mari kita buktikan," kata Toto dalam wawancara bersama iNews TV, Senin (19/6/2017).

Untuk diektahui, sejak dideklarasikan pada 7 Februari 2015, elektablitas Partai Persatuan Indonesia (Perindo) terus meroket. Hal itu diperkuat lagi dengan dikeluarkannya hasil exit poll terbaru terkait elektabilitas partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini oleh lembaga konsultan politik PolMark, yang menempatkan Perindo pada peringkat 4. Tak heran jika ada upaya politisasi pada Perindo.

Toto menerangkan, bahwa nantinya kasus SMS t‎ersebut akan menjadi penilaian publik. Di mana masyarakat akan mengetahui apakah kasus tersebut bermotif politik atau tidak lantaran rekam jejak Jaksa Agung HM Prasetyo yang pernah menjadi bekas kader partai politik.

"‎Bawa saja ini ke ranah hukum karena kekuatannya ada di situ. Kalau politik itu (ketahuan) siapa yang punya power. Kalau dibawa ke ranah hukum, rakyat akan melihat dan menilai (bermotif politik)," pungkasnya.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x