"Serangan Balik" KPK Terkait Sindiran #OTTRecehan Para Jaksa

Wakil KPK Laode M Syarif

Wakil KPK Laode M Syarif

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief kembali angkat bicara terkait beredarnya foto para Jaksa yang menampangkan sebuah kertas dengan #OTTRecehan. Foto-foto para Jaksa tersebut pun sempat viral sebuah media sosial.

‎Menurutnya, dalam operasi senyap yang dilakukan oleh tim satgas KPK tidak terlalu mementingkan besaran uang yang disita. Melainkan, dampak dari perbuatan korupsi yang dapat merugikan negara hingga miliaran rupiah.

"Ngapain juga cuma Rp50 Juta, tapi kan dibalik recehan itu sebenarnya ada miliaran‎," kata Syarief dikantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017).

Munculnya tagar #OTTRecehan yang diindikasikan sebagai sindiran kepada lembaga antirasuah tersebut pun setelah KPK melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kasie Intel III Kejati Bengkulu, Parlin Purba.

"Itu OTT terakhir yang ditangkap Rp10‎ Juta dan itu yang diributin sebagai OTT Recehan," cetusnya.

Diketahui sebelumnya, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Bengkulu, pada Jumat, 9 Juni 2017. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan tiga orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tiga tersangka tersebut yakni, ‎Parlin Purba, yang menjabat Kasie III Intel Kejati Bengkulu, Amin Anwari, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Murni Suhardi, Direktur PT Muko-Muko, Putra Selatan Manjudo.

Bukan hanya itu, KPK juga menyita uang senilai Rp10 Juta dalam operasi senyapnya tersebut. Ketiga tersangka tersebut diduga terlibat kasus suap proyek di Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII Bengkulu‎, tahun 2015-2016‎.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x