Aksi "Kucing-kucingan" Polisi dan Kapten Perampokan di SPBU Daan Mogot

Kapolda Metro Irjen M Iriawan (Foto: Okezone)

Kapolda Metro Irjen M Iriawan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi belum berhasil menangkap kapten perampokan disertai penembakan yang menewaskan Davidson Tantono (31) di SPBU Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat 9 Juni 2017. Dalam aksi tersebut, para perampok melarikan uang Rp300 juta dan membunuh korbannya. 

Saat ini, polisi masih terus melakukan perburuan pada kapten yang diduga dalang perampokan. Polisi pun kucing-kucingan dalam memburu pelaku yang kerap berpindah-pindah lokasi persembunyian itu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan menyatakan, bahwa kapten menyadari kalau dirinya sedang diburu polisi.

"Kita kejar ke Sumatera dia pindah ke Jawa, Jawa bagian Timur ya. Dia tahu kita sedang melakukan pengejaran," ujar Iriawan di Lapangan Silang Monas, Senin (19/6/2017).

Bahkan, dari hasil penyelidikan, polisi mendapati kelompok perampok itu sempat singgah di sebuah apartemen kawasan Jakarta Timur. Ia pun menduga lokasi tersebut dijadikan markas sebelum melancarkan aksi kejahatan.

"Enggak terlalu sulit sewa apartemen, ada yang Rp7juta, Rp5 juta, kalau itu safe house-nya ya bisa menyewa apartemen itu, kita akan mendalami apakah itu pemiliknya mereka atau yang lain," kata Iriawan.

Polisi juga tengah memeriksa aset-aset para perampok dan pola pembagian jatah hasil kejahatannya.

Sejauh ini, polisi telah menangkap empat orang pelaku perampokan yang menewaskan Davidson di sebuah SPBU di Cengkareng, Jakarta Barat.

"Tentu kami akan akan menuntaskan semua yang terlibat dalam peristiwa itu. Apalagi ada beberapa pelaku yang kita buru," pungkasnya.

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x