Pilgub Sumut 2018, Golkar Ajak PDIP Koalisi

Ilustrasi

Ilustrasi

MEDAN - Partai Golongan Karya menyatakan keinginannya untuk berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) pada di 2018.

Keinginan itu disampaikan langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu kepada Ketua DPD PDIP Sumut, Japorman Saragih saat acara berbuka puasa DPD Partai Golkar Sumut bersama 100 anak yatim di Convention Hall Hotel Grand Mercure Medan.

"Ayolah bang Japorman, PDI Perjuangan, bergabung sajalah kita," katanya.

Keinginan Ngogesa untuk berkoalisi dengan PDIP lantaran pengalaman manisnya bersama PDIP pada pencalonannya menjadi Bupati Kabupaten Langkat untuk 2 periode. "Saya lolos dua periode jadi Bupati Langkat, itu juga berkat kerja keras PDI Perjuangan. Makanya saya ingin sekali kembali bekerjasama dengan PDIP," ujarnya.

Ngogesa sendiri berdasarkan hasil rapat pimpinan daerah Partai Golkar Sumatera Utara telah ditetapkan sebagai calon gubernur Sumut untuk periode 2018-2023. Suara seluruh DPD II Partai Golkar Sumut, bulat untuk politisi yang kerap dipanggil Tongat itu.

Namun pencalonan resmi Ngogesa masih menunggu surat keputusan dari Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang meminta agar terlebih dahulu dilakukan survei elektabilitas sebelum akhirnya memutuskan calon yang mereka usung untuk Pilgub Sumut.

Golkar sendiri sebenarnya tidak bisa mengusung calon gubernur jika tidak berkoalisi dengan partai politik lain. Karena Golkar hanya memiliki 17 kursi Di DPRD Sumut, dari 20 kursi minimal yang dipersyaratkan. Sementara PDIP memiliki 15 kursi. Jadi jika keduanya berkoalisi maka mereka bisa mengajukan satu pasang calon.

Namun PDIP disebut-sebut bakal mengusung calon mereka sendiri. Sejumlah politisi nasional PDIP yang berdarah Sumatera Utara telah digadang-gadang untuk maju. Di antaranya Trimedya Panjaitan, Junimart Girsang, Maruara Sirait serta Japorman Saragih.

(ris)
Live Streaming
Logo
breaking news x