3 Pimpinan DPRD Kena OTT, Kado Pahit KPK di HUT ke-99 Kota Mojokerto

Ilustrasi

Ilustrasi

MOJOKERTO - Sidang paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mojokerto ke-99 yang digelar di gedung DPRD setempat tetap berlangsung. Kendati tiga orang pimpinan DPRD, kini menyandang status tersangka.

Adalah Ketua DPRD, Purnomo asal PDIP serta dua wakil ketua Abdullah Fanani dari PKB serta Umar Faruq dari PAN. Mereka kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK bersama dengan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto, pada Sabtu 17 Juni 2017 dinihari.

Tentunya hal itu menjadi kado pahit bagi warga Kota Mojokerto. Bagaimana tidak, penangkapan ketiganya hanya berselang dua hari sebelum sidang paripurna ini digelar. Kendati seluruh unsur pimpinan DPRD menyandang status tersangka, namun hal itu tidak membuat kegaiatan di DPRD lumpuh.

Pantauan Okezone di lapangan, sidang paripurna ini berlangsung sekira pukul 10.45 WIB. Kendati sempat terlambat dari jadwal yang ditentukan sebelumnya, namun kegiatan tersebut berjalan lancar. Sementara, sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Fraksi PDIP Kota Mojokerto, Febriana Meldyawati.

"Sehubungan dengan insiden yang terjadi pada Jumat 16 Juni dan Sabtu 17 Juni lalu, sehingga membuat ketiga unsur pimpinan berhalangan hadir, maka sesuai dengan aturan dan tata tertib DPRD Kota Mojokerto, untuk sementara saya mememimpin sidang paripurna ini," kata Meldya saat memimpin jalannya sidang paripurna, Senin (19/6/2017).

Namun, dalam sidang tersebut baik Meldyawati maupun Wali Kota (Walko) Mojokerto, tidak satupun menyinggung kasus OTT yang menimpa tiga unsur pimpinannya. Masud justru mamaparkan bagaimana kondisi pembangunan infrastruktur dan pemecahan wilayah di Kota Mojokerto dari dua kecamatan menjadi tiga kecamatan yang sukses dilakukan.

"Semoga kedepan kita bisa terus meningkatkan dan terus mempertahankan Mojokerto sebagai kota Service City. Tentunya dengan upaya dan kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif," ungkap Masud.

Sementara itu, sidang paripurna itu sendiri berjalan cukup singkat dan hanya memakan waktu kurang dari 45 menit. Selanjutnya, Walkot beserta kepala SKPD pun keluar dari ruang sidang. Sementara, para anggota DPRD memilih berada di ruangan.

(ris)
Live Streaming
Logo
breaking news x