Trik Bugar dan Nyaman Sepanjang Perjalanan Mudik

Ilustrasi mudik (Foto: Shutterstock)

Ilustrasi mudik (Foto: Shutterstock)

LEBARAN sudah di depan mata. Ramadan hanya tinggal beberapa hari lagi. Seminggu menjelang hari raya, sudah tak aneh lagi jika berbagai jalur mudik sudah mulai padat. Volume kendaraan yang sangat tinggi saat arus mudik, menimbulkan kemacetan luar biasa di berbagai titik. Tak heran jika pemudik terkadang harus terjebak berjam-jam dalam kemacetan menuju kampung halaman tercinta.

Namun bagaimanapun parahnya kemacetan, momen mudik tak pernah kehilangan peminatnya. Sekadar bekal, beberapa hal berikut ini bisa membuat Anda tetap bugar dan merasa nyaman selama perjalanan pulang ke kampung halaman.

Tidur cukup

Banyak terjadi kecelakaan selama arus mudik yang disebabkan oleh pengendara yang mengantuk. Inilah mengapa Anda disarankan sudah cukup tidur sebelum berkendara jarak jauh dan berjam-jam. Cukupi tidur sebelum berangkat mudik, dan bila kantuk sudah tak dapat ditahan lagi saat berkendara, lebih baik cari tempat aman untuk tidur dulu. Jika memungkinkan, usahakan juga untuk bergantian menyetir, sehingga bisa bergantian tidur tanpa harus berhenti berkendara.

Istirahat dan bergerak

Suatu studi mengatakan bahwa duduk selama lebih dari tiga jam sehari, bisa mengurangi usia Anda hingga dua tahun! Kebiasaan berlama-lama duduk tanpa banyak bergerak ini kerap dialami para pekerja kantor dan pengendara kendaraan bermotor.

Nah, jika Anda harus mengemudi untuk jarak yang jauh, pakar kesehatan menyarankan untuk menyempatkan berhenti setidaknya setiap dua sampai empat jam. Saat berhenti berkendara ini digunakan untuk beristirahat dan buang air. Anda juga disarankan berjalan-jalan di sekitar rest area untuk meregangkan tubuh yang penat.

Konsumsi air putih

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology and Behavior menemukan bahwa kekurangan air saat mengemudi bisa sama berbahayanya dengan berkendara setelah mabuk alkohol. Ternyata dari pengamatan para ahli, memang didapati bahwa pengendara yang hanya mengalami dehidrasi ringan  saja bisa membuat banyak kesalahan di belakang kemudi.

Memenuhi kebutuhan gizi, termasuk mineral dari air, memang sangat diperlukan saat perjalanan memakan waktu yang lama. Untungnya bagi Anda yang berpuasa, agama masih memperbolehkan tidak berpuasa jika menempuh perjalanan jauh. Bawalah persediaan air putih dalam kendaraan dan kurangi konsumsi minuman berkafein atau soda dan mengonsumsi makanan secara berlebihan tidak dianjurkan.

Bawa obat masuk angin

Pusing, mual, mabuk kendaraan, dan masuk angin seringkali terjadi saat harus menempuh perjalanan jarak jauh dan lama. Tubuh menjadi tidak bugar dan perjalanan menjadi semakin melelahkan. Anda bisa membawa Tolak Angin Sidomuncul. Sebagai satu-satunya obat masuk yang mendapat sertifikat obat herbal terstandar, bahan baku dan mutu produknya terstandarisasi.

Dengan komposisi yang terbuat dari adas, kayu Ules, daun cengkeh, jahe, daun mint, dan madu, suplemen herbal ini bisa membantu mengatasi berbagai gejala masuk angin, seperti mual, pusing, flu, dan demam. Tolak Angin juga dapat menjaga daya tahan tubuh saat beraktivitas atau melakukan perjalanan jauh.

Varian Tolak Angin Sidomuncul pun lengkap. Mulai dari Tolak Angin Bebas Gula, obat herbal masuk angin yang aman dan cocok untuk orang yang membatasi konsumsi gula dan tidak suka manis. Tolak Angin Anak untuk masuk angin pada anak usia 2-6 tahun, Tolak Angin Flu untuk mengatasi gejala flu, serta Permen Tolak Angin, permen herbal pelega tenggorokan. Bahkan bagi Anda yang sedang berpuasa dan mabuk perjalanan, ada Tolak Angin Care, minyak angin aromaterapi berbentuk roll-on yang mengandung zat aktif minyak jahe dan minyak peppermint.

Nah, sudah siap mudik, kan?

(hth)
Berita Rekomendasi Advertorial Tolak Angin
Live Streaming
Logo
breaking news x