Gelar Pengajian, Diaspora Indonesia Hangatkan Ramadan di Milan

Foto: CNN

Foto: CNN

JAKARTA - Warga Indonesia dan diaspora yang berada di Milan, Italia mengikuti acara pengajian dan buka puasa bersama untuk meningkatkan silaturahim dan persaudaraan dan juga mengobati kerinduan terhadap suasana Ramadan di Tanah Air.

Acara buka puasa bersama diadakan KBRI Roma, bekerja sama dengan Komunitas Muslim Indonesia di Milan (KMIM) serta kelompok pengajian Nadwah Ukhuwah Roma (NUR) ini, demikian Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Charles F. Hutapea seperti dilansir Antara, Selasa (20/6/2017).

Dubes RI di Italia, Esti Andayani menyatakan kebanggaannya terhadap diaspora Indonesia di Milan yang terus menjaga silaturahim, baik sesama muslim maupun dengan non-muslim.

"Saya harapkan warga negara Indonesia selalu menjunjung tinggi etika, nilai budaya dan agama, seraya mematuhi berbagai ketentuan yang ada di Italia dan memenuhi kewajiban sebagai WNI," ujar Dubes Esti.

Ia juga mengharapkan WNI dan diaspora Indonesia di Milan dapat memberikan contoh toleransi antarumat beragama kepada masyarakat Italia.

Pengajian di Milan ini memang tidak hanya dihadiri oleh muslim, tapi juga non-muslim sehingga terlihat bahwa perbedaan latar belakang agama tidak mengurangi suasana keakraban. Selain itu, KMIM juga mengundang beberapa tokoh muslim Asosiasi Muslim Milan yang dipimpin Omar Jibril serta beberapa pejabat dari kantor wali kota Milan.

Pelayanan KBRI selama dua hari berturut-turut pada tanggal 17 dan 18 Juni, KBRI Roma hadir ditengah-tengah WNI di Milan untuk memberikan pelayanan pembuatan atau perpanjangan masa berlaku paspor, lapor diri, legalisasi dokumen, pengarahan terkait masalah kewarganegaraan dan keimigrasian.

Pejabat fungsi konsuler KBRI Roma, Asrarudin Salam, menyatakan kegiatan ini menjadi bagian program "Warung Konsuler" KBRI Roma tahun 2017, yang ditujukan menjangkau para WNI di berbagai wilayah di Italia agar dapat terdokumentasi dengan baik.

Sementara itu, acara pengajian dan buka puasa di Milan ini dipandu Ustad Khumaini Rosadi yang didatangkan dari Bontang, Kalimantan Timur atas kerja sama KBRI Roma, kelompok pengajian Nadwah Ukhuwah Roma (NUR) dan Yayasan Dompet Dhuafa.

Menurut Ketua NUR, Yusral Thahir, mendatangkan mubaligh ke Italia guna memandu kegiatan ibadah warga dan diaspora Indonesia di bulan Ramadhan merupakan tradisi tahunan terlaksana berkat dukungan KBRI Roma.

"Diharapkan kedatangan Dai ini dapat membantu terwujudnya khidmat ibadah muslim Indonesia di Italia pada bulan yang penuh hikmah dan rahmat ini," ujar Yusral.

Salah satu warga Indonesia,Siti Juariah mengungkapkan kebahagiaannya karena acara berjalan lancar dan dapat berkumpul bersama di bulan Ramadan dengan saudara sebangsa.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x