PPDB 2017, Ditemukan 16 Dugaan Penyalahgunaan SKTM

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

SOLO - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Solo menemukan ada 16 dugaan penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) oleh warga mampu untuk mendaftar anak mereka ke SMA negeri pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017/2018.

Sekretaris MKKS SMA Solo, Agung Wijayanto, mengatakan angka tersebut berdasarkan hasil kerja tim verifikasi delapan SMA negeri yang melakukan pengecelakan lapangan terhadap calon siswa warga miskin (gakin) yang mendaftar menggunakan SKTM. Delapan SMA negeri itu yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 7, dan SMAN 8.

“Temuan tim verifikasi lapangan dari delapan SMA negeri ini sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sabtu [17/6/2017] kemarin,” katanya seperti dilansir dari laman Harian Jogja, Senin (19/6/2017).

Agung tidak bersedia menyebutkan SMA mana saja yang ada kasus dugaan calon siswa gakin dari keluarga mampu menggunakan SKTM.

“Sanksi terhadap calon siswa gakin yang menggunakan SKTM tidak benar menjadi kewenangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah,” imbuhnya.

Agung yang juga Kepala SMAN 6 Solo menemukan ada empat calon siswa yang mendaftar menggunakan SKTM ternyata dari keluarga mampu. “Temuan ini berdasarkan hasil kerja tim verifikasi SMAN 6 di lapangan terhadap calon siswa gakin yang menggunakan SKTM,” ungkapnya.

Jumlah calon siswa gakin yang mendaftar di SMAN 6 Solo tercatat 104 orang. Mereka ada yang menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Surat Keputusan Wali Kota Solo tentang gakin, dan SKTM.

Dia menambahkan untuk menentukan calon siswa gakin menggunakan indikator kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara itu, Sekretaris PPDB SMAN 4 Solo, Nanang Inanto, mengungkapkan memang ada calon siswa yang mendaftar menggunakan SKTM meski sebenarnya anak itu dari keluarga mampu.

“Lihat saja pengumuman PPDB SMA negeri nanti malam pukul 00.00 WIB, bisa kelihatan calon siswa gakin yang dicoret,” ungkap dia.

Tim verifikasi SMAN 4 Solo sebelumnya mengecek ulang tujuh dari 36 calon siswa gakin yang mendaftar menggunakan SKTM. Cek ulang dilakukan karena berdasarkan kartu keluarga (KK) calon siswa bersangkutan sudah tidak berdomisili di tempat tersebut.

Kepala SMAN 1 Solo, Herminingsih, menyatakan dari hasil verifikasi lapangan terhadap 54 calon siswa gakin belum menemukan adanya penyalahgunaan SKTM.

“Dari laporan tim verifikasi calon siswa yang menggunakan SKTM memang berasal dari keluarga tidak mampu,” ungkap dia.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x