facebook pixel

Aturan Menggunakan Roof Box Mobil saat Mudik

JAKARTA - Pemudik biasanya membawa banyak barang karena akan menghabiskan waktu cukup lama di kampung halaman. Selain itu, sekembalinya ke rumah, biasanya bawaan akan semakin banyak karena ditambah dengan oleh-oleh.

Untuk menyiasatinya, pemudik bisa menambahkan aksesori roof box di atap untuk menampung barang bawaan yang tak muat dimasukkan ke bagasi. Namun hal yang penting diketahui adalah tidak semua jenis barang bisa asal dimasukkan ke roof box, terutama terkait dengan bobotnya. Sehingga, perlu diatur, barang apa saja yang sebaiknya ditaruh di bagasi dan di roof box.

Nissan Motor menyatakan, kelebihan beban pada roof box akan memengaruhi stabilitas kendaraan saat melaju. Dampaknya pengemudi akan kesulitan mengendalikan kendaraan. Karena itu, sebaiknya roof box diisi oleh barang yang besar namun bobotnya tidak terlalu berat. Sementara barang yang berat bisa dimasukkan ke bagasi.

Sebagai patokan, bobot barang-barang di roof box sebaiknya tidak lebih dari 50 kilogram agar kestabilan mobil tetap terjaga. Hal ini akan sangat dirasakan pengemudi ketika melaju dengan kecepatan tinggi di jalan tol atau di jalan umum yang lengang.

Perlengkapan yang sebaiknya dibawa saat mudik

Untuk menunjang kenyamanan, keamanan, serta penanganan kondisi darurat di perjalanan, ada beberapa barang yang sebaiknya dibawa. Ini untuk menangani kendaraan jika mobil mengalami kondisi darurat di lokasi yang jauh dari bengkel.

Pastikan kendaraan dilengkapi dengan perlengkapan darurat seperti kabel jumper, towing hook, kunci roda, dan kunci dongkrak. Jangan lupa juga untuk membawa perlengkapan P3K.

Sementara pemudik yang membawa serta anak-anak, posisi duduk mereka harus diperhatikan agar tidak mudah lelah. Pastikan anak berusia 0-7 tahun menggunakan car seat dan 7 tahun ke atas menggunakan booster seat yang telah terhubung dengan sabuk pengaman. Hal ini juga untuk menjamin keamanan anak saat mobil mengerem mendadak atau mengalami kecelakaan.

Hal yang tak kalah penting, kelelahan merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan. Lakukan istirahat secara berkala yakni setiap 2,5 atau 3 jam sekali. Istirahat tak perlu berhenti dalam jangka waktu lama, namun cukup sekadarnya di tempat yang dirasa aman. Lakukan olahraga ringan untuk menyegarkan kembali tubuh.

(ton)
​