Ketum Perindo Dizalimi, Pengamat: Manuver Jaksa Agung Bahayakan Integritas Penegakan Hukum

Jaksa Agung H.M Prasetyo (Foto: Antara)

Jaksa Agung H.M Prasetyo (Foto: Antara)

JAKARTA - Pernyataan Jaksa Agung M Prasetyo di sejumlah media massa terkait status hukum Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo terus mendapat kritikan.

Pasalnya, pernyataan Jaksa Agung M Prasetyo yang menyebut telah berstatus tersangka atas kasus SMS ke Jaksa Yulianto dibantah Mabes Polri.

Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni menilai, tindakan Jaksa Agung itu bisa dibilang sangat membahayakan integritas penegakan hukum.

"Karena ada kesan bahwa proses hukum yang berlangsung bisa diintervensi," ujar Sya'roni.

Tak hanya itu, tindakan Jaksa Agung M. Prasetyo itu pun dianggap bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum.

"Jika publik menangkap ini sebagai sesuatu yang sudah biasa, maka kepercayaan publik terhadap penegak hukum lambat laun akan terdegradasi ke titik nadir," paparnya.

Seperti diketahui, Jaksa Agung memberikan pernyataan kepada awak media bahwa Hary Tanoesoedibjo telah menjadi tersangka atas dugaan melakukan ancaman terhadap Jaksa Yulianto.

Sementara itu, Bareskrim Mabes Polri telah membantah bahwa petinggi Partai Perindo itu menjadi tersangka. Saat ini, kasus yang dilaporkan Jaksa Yulianto Januari 2016 lalu itu masih dalam tahap penyelidikan dan status Hary Tanoe sebagai saksi terlapor.

(ulu)
Live Streaming
Logo
breaking news x