Ketum Perindo Dizalimi, Praktisi Hukum: Hary Tanoe Tak Punya Kapasitas untuk Mengancam

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Foto: Dokumentasi Partai Perindo)

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Foto: Dokumentasi Partai Perindo)

PALEMBANG - Praktisi Hukum Sumatera Selatan, Febuar Rahman sekaligus Ketua DPW Partai Perindo Sumsel menilai, SMS Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) untuk Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung, Yulianto, pada 5 Januari 2016 silam bukan merupakan sebuah ancaman.

Kasus SMS tersebut dimunculkan kembali lantaran dinilai telah melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Menurut Febuar Rahman, SMS tersebut sama sekali bukan untuk mengancam. Di dalam SMS tersebut sifatnya tidak ditunjukkan untuk individu tertentu.

Malahan, Hary Tanoe mengungkapkan visi-misinya yang bercita-cita untuk menjadikan Indonesia bersih dari pejabat yang semena-mena.

"Itu tidak dibenarkan, karena materi SMS itu sifatnyaa tidak ditujukan ke individu tertentu bukan ancaman. Itu merupakan visi-misi dari Pak Hary Tanoe, apalagi dia adalah ketua umum Partai Perindo, jadi wajar saja dia memberitahukan ke semua orang bahwa ini lho visi-misi Partai Perindo," ujar Febuar.

(ran)
Live Streaming
Logo
breaking news x